KabarBaik.co, Jakarta – Ketua Komite IV DPD RI sekaligus Senator asal Jawa Timur Ahmad Nawardi mengapresiasi kinerja APBN Semester I 2026 yang dinilai tetap kuat dan mampu menjaga kesehatan fiskal nasional.
Apresiasi tersebut menyusul capaian pendapatan negara hingga Juni 2026 sebesar Rp 1.459,4 triliun dan belanja negara Rp 1.656 triliun. Defisit APBN juga tetap terkendali sebesar Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB, dengan surplus keseimbangan primer Rp 85,1 triliun.
“Capaian ini menunjukkan APBN masih memiliki daya tahan yang baik. Namun, kekuatan fiskal harus diikuti dengan kualitas belanja yang produktif dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Nawardi, Rabu (22/7).
Ia mendorong pemerintah memastikan belanja negara berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta pemerataan pembangunan di daerah, khususnya Jawa Timur.
“Pemerintah perlu memperkuat sinergi antara APBN dan APBD agar program pembangunan berjalan efektif, tidak tumpang tindih, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah,” kata Nawardi.
Nawardi juga menyambut baik keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil serta pemberian peringkat AAA oleh Lianhe Credit Rating untuk rencana penerbitan Panda Bond.
“Kepercayaan lembaga pemeringkat harus dijaga melalui pengelolaan fiskal yang transparan, akuntabel, dan prudent. Pembiayaan negara harus diarahkan pada program produktif yang memberikan manfaat jangka panjang,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai berbagai risiko ekonomi global, seperti perubahan kondisi pasar keuangan, nilai tukar, dan perlambatan ekonomi dunia yang dapat memengaruhi kinerja APBN.
Sebagai Ketua Komite IV DPD RI, Nawardi memastikan pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar APBN dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Setiap rupiah anggaran negara harus benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)






