KabarBaik.co – Serangkaian kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur Klemuk selama arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini. Koordinator Relawan Klemuk, Anton Ajung, menyebut insiden mulai terjadi sejak 20 Desember 2025, dengan mayoritas melibatkan kendaraan roda dua.
Anton menjelaskan, sejak tanggal tersebut, tercatat tujuh kendaraan masuk jalur penyelamatan, sementara empat kendaraan lainnya lolos dari jalur tersebut. Kejadian paling fatal terjadi pada 28 Desember 2025, yang didominasi kecelakaan kendaraan roda dua jenis matic.
“Kebanyakan yang mengalami kecelakaan adalah kendaraan matic roda dua, terutama milik rental yang rem belakangnya tidak terkontrol,” ujar Anton, Rabu (31/12).
Selain itu, pada malam hari tanggal 28 Desember 2025, sempat terjadi insiden berbahaya ketika sebuah kendaraan elf bermuatan penuh menerobos portal atas jalur Klemuk. Kendaraan tersebut mengalami rem blong dan nyaris menimbulkan kecelakaan beruntun.
“Beruntung ada kendaraan L300 dari arah depan yang baru mengambil sayur dari Kecamatan Pujon. L300 dijadikan pengganjal, meski akhirnya menghantam portal bawah,” jelasnya.
Anton juga mengungkapkan, pada 26 Desember 2025 jalur Klemuk sempat mengalami kepadatan merayap. Namun, kecelakaan justru banyak dialami pengendara yang tidak memahami karakter medan jalur Klemuk, termasuk wisatawan yang hanya mengandalkan aplikasi peta digital.
“Rata-rata korban tidak tahu medan. Banyak juga kendaraan rental dengan pengemudi yang tidak paham jalur Klemuk,” tambahnya.
Relawan Klemuk berharap Pemerintah Kota Batu segera membuka jalur penyelamatan tambahan di sisi kanan dari arah atas. Saat ini, jalur penyelamatan baru tersedia di sisi kiri dan telah beberapa kali digunakan untuk mencegah kecelakaan lebih fatal. “Kami berharap jalur penyelamatan sebelah kanan bisa segera dibuka, sehingga saat kondisi padat, jalur rem blong sudah siap,” tegas Anton.
Sebagai langkah antisipasi, relawan mengimbau wisatawan yang belum mengenal jalur Klemuk agar menggunakan jalur umum melalui kawasan wisata Kecamatan Pujon menuju Payung sebelum masuk ke Kota Batu.
Selain itu, selama periode Nataru, jalur Klemuk diberlakukan satu arah menurun. Warga Kecamatan Pujon dan Ngantang, Kabupaten Malang, yang biasa melintas dari bawah ke atas diminta mematuhi pengaturan tersebut demi keselamatan bersama. (*)







