KabarBaik.co, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo Subandi merespons tindakan Satpol PP Kabupaten Sidoarjo bersama Satpol PP Provinsi Jawa Timur yang menggelar razia pelajar pada jam sekolah, Kamis (20/8) kemarin. Dalam razia tersebut, sembilan siswa asal Sidoarjo ditemukan mangkir dari sekolah dan nongkrong di warung kopi serta kafe.
Subandi menilai razia tersebut merupakan langkah tegas untuk menjaga kedisiplinan para pelajar. Menurutnya, waktu sekolah seharusnya digunakan siswa untuk belajar dan menggali ilmu demi masa depan, bukan justru dihabiskan dengan nongkrong di luar sekolah.
Bupati Sidoarjo juga memberikan apresiasi kepada jajaran Satpol PP yang telah melakukan penertiban terhadap pelajar yang bolos. Ia meminta razia semacam itu terus dilakukan untuk mencegah siswa mengulangi perbuatannya.
“Ya, dengan Satpol PP Kabupaten Sidoarjo berkolaborasi, ini terus dilakukan sidak. Anak-anak kita yang mestinya jam sekolah kadang ada di warung kopi, bolos dan lain-lain,” katanya, Jumat (21/8).
Subandi menegaskan, pelajar yang terjaring razia akan diberikan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan. Jika kembali kedapatan bolos, pemerintah akan memberikan sanksi lebih tegas.
“Kalau dia nanti berbuat lagi, ya kita titipkan di Liponsos untuk memberikan pelatihan di sana. Bisa satu minggu atau satu bulan,” tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus membentuk kedisiplinan pelajar. Pemkab Sidoarjo ingin para siswa tetap berada di sekolah saat jam pelajaran dan fokus mempersiapkan masa depan melalui pendidikan.(*)








