KabarBaik.co, Pasuruan – Dunia pendidikan di wilayah Kabupaten Pasuruan kembali didera peristiwa memprihatinkan yang melibatkan anak di bawah umur. Seorang pelajar nekat melakukan aksi penusukan secara brutal terhadap teman satu sekolahnya sendiri saat momen pulang sekolah.
Tragedi berdarah yang sempat menggegerkan dunia maya tersebut dilaporkan terjadi di pinggir jalan umum kawasan Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan pada Selasa (26/5) siang hari.
Akibat penganiayaan hebat tersebut, korban berinisial DM harus menderita luka tusukan serius di beberapa bagian tubuhnya hingga harus dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis darurat.
Aktor utama dari aksi nekat ini diketahui merupakan seorang remaja berinisial ASF, 14. Ia masih berstatus aktif sebagai pelajar dan merupakan rekan satu instansi sekolah dengan korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif tindakan nekat pelaku diduga kuat dipicu oleh rasa dendam mendalam lantaran pelaku mengaku kerap menjadi sasaran empuk aksi perundungan (bullying) oleh korban DM di lingkungan sekolah.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno membenarkan adanya laporan terkait insiden berdarah yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum (ABH) tersebut. Saat ini, penanganan perkara pidana kekerasan anak ini telah resmi diambil alih oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan.
“Benar, kami mengonfirmasi telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan berat terhadap anak di bawah umur yang lokasinya berada di wilayah hukum Sukorejo. Korban DM mengalami luka robek cukup parah akibat sabetan atau tusukan senjata tajam,” kata Iptu Joko Suseno, , Jumat (29/5).
Joko menambahkan, hingga kini jajaran penyidik dari Unit PPA masih terus maraton melakukan proses penyelidikan mendalam guna menguak tabir kronologi secara utuh, termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi kunci di lapangan.
“Untuk dugaan motif sementara, pelaku ASF mengaku nekat melancarkan aksi tersebut karena menanggung dendam akibat sering dibully oleh korban. Kendati demikian, tim penyidik kami masih terus melakukan pendalaman intensif dan menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang mengetahui kejadian di TKP,” pungkasnya.








