KabarBaik.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik mendesak penanganan konkret terhadap maraknya peristiwa kecelakaan lalu lintas di jalur tengkorak Jalan Raya Duduksampeyan. Jalur ini merupakan salah satu titik blackspot dan kerap memakan korban jiwa.
Menanggapi situasi yang terus berulang, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi pun angkat bicara. Ia menegaskan bahwa ruas Jalan Raya Duduksampeyan hingga Bunder memang telah menjadi perhatian serius legislatif.
“Beberapa waktu lalu kami sudah rapat bersama stakeholder terkait seperti BPJN, Dishub dan Polres Gresik,” ujar Hamdi saat dikonfirmasi, Rabu (2/7).
Dalam rapat tersebut, DPRD Gresik merekomendasikan pemasangan median (pembatas tengah) jalan sebagai pemisah lajur untuk mencegah manuver kendaraan yang membahayakan.
Menurut Hamdi, pihak BPJN menjanjikan pemasangan median tersebut sebelum Hari Raya Idul Adha. Namun hingga kini, janji tersebut belum juga terealisasi. “Mungkin karena ada penyesuaian anggaran dari pusat maka sekarang belum kunjung terealisasi,” katanya.
Selain pemasangan median jalan di tengah ruas Jalan Raya Duduksampeyan-Bunder. Ia juga menerangkan beberapa rekomendasi lain yang diberikan oleh DPRD Gresik.
“Kami juga mendorong BPJN melakukan pemerataan bahu jalan, pemasangan rambu-rambu, dan pemeliharaan PJU oleh Dishub Gresik. Tujuannya jelas, demi mengurangi angka kecelakaan di jalur itu,” katanya.
Selain itu, Komisi III juga meminta Polres Gresik meningkatkan pengawasan di lapangan. “Kami minta mobil-mobil besar yang parkir di pinggir jalan itu ditertibkan. Kalau memang melanggar, tolong dihalau untuk tidak parkir sembarangan,” ujarnya.
Politisi PKB itu menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong realisasi seluruh kesepakatan bersama yang telah dibahas. “Kami harap BPJN segera bisa merealisasikan apa yang telah menjadi kesepakatan kita bersama sebelumnya,” ujarnya.
Wakil rakyat dari Dapil Gresik III (Menganti-Kedamean) tersebut berharap angka kecelakaan yang tinggi di ruas jalan Duduksampeyan-Bunder bisa ditekan semaksimal mungkin.
“Semoga angka kecelakaan di ruas jalan tersebut bisa ditekan, karena memang angka kecelakaan di ruas jalan tersebut cukup tinggi,” tutupnya.
Sebelumnya, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak juga turun langsung meninjau jalur tengkorak tersebut. Pihaknya menyebut sudah ada solusi terkait pemasangan pembatas jalan. Yakni berupa concrete barrier.(*)






