Serius Tapi Santai, Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

oleh -72 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 16 at 12.20.16 PM
Presiden Prabowo saat meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk – Presiden Prabowo meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Sukomoro, Nganjuk, Sabtu (16/5). Peresmian berlangsung serius namun santai dengan warna gemuruh tawa.

Di balik podium, Presiden Prabowo berdiri bukan hanya sebagai kepala negara yang memberikan instruksi tegas, melainkan juga sebagai seorang dirigen komedi yang handal.

Dengan gaya bicaran yang ceplas-ceplos namun sarat akan makna, Prabowo berhasil mengubah riuhnya ruangan menjadi panggung penuh kehangatan. Prabowo menyentil satu per satu pembantunya di kabinet dengan guyonan yang segar.

Sentilan paling ikonik ditujukan kepada Menteri Lingkungan Hidup yang juga dikenal sebagai tokoh buruh nasional. M Jumhur Hidayat. Prabowo langsung melempar seloroh yang memancing tawa hadirin.

“Kok enggak pakai kaos buruh? Kapan terakhir dipenjara? Mau lagi balik masuk penjara? Sekarang jadi menteri,” canda Prabowo yang disambut tawa riuh seisi seluruh undangan.

Kelakar ini seolah menjadi pengingat jenaka tentang bagaimana roda nasib berputar, membawa seorang aktivis jalanan kini duduk di kursi pengambil kebijakan tertinggi negara.

Tak berhenti di situ, perhatian Prabowo kemudian beralih kepada jajaran menteri perempuan, salah satunya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi.

Saat mengetahui sang menteri berasal dari Nganjuk, Prabowo langsung merajut sebuah narasi lokal yang menggelitik sekaligus penuh sanjungan bagi daerah tersebut. Nganjuk disebutnya sebagai tanah yang subur bagi lahirnya para pemimpin besar bangsa.

Prabowo bahkan berseloroh tentang mitos lokal dan menyarankan para calon pemimpin untuk ‘ngalap berkah’ secara sembunyi-sembunyi agar tidak terendus media.

“Ayo, siapa yang mau jadi presiden? Ayo. Malam-malam ke Nganjuk biar enggak ada wartawan yang lihat,” tuturnya sambil terkekeh, disambut senyum simpul para jurnalis dan pejabat yang hadir.

Puncak kejenakaan malam itu terjadi ketika kamera menyorot dua pucuk pimpinan tertinggi benteng keamanan negara:

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang berdiri tepat disamping presiden dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang berada di bangku barisan paling depan.

Keduanya tak luput dari radar humor sang Presiden. Secara kebetulan, kombinasi nama depan dan belakang kedua jenderal ini membentuk nama sang Kepala Negara sendiri.

Melihat fenomena unik ini, Presiden langsung menyebutnya sebagai sebuah tanda-tanda kosmik yang tidak biasa. “Kalau mereka berdua itu, Prabowo Subiyanto, ya. Tanda-tanda dari, dari langit,” selorohnya yang langsung memicu tepuk tangan paling membahana malam itu.

Melalui pendekatan yang humanis dan penuh humor ini, Peresmian monumen dan museum Marsinah berlangsung cukup santai namun khidmat. Presiden sedang membangun sebuah jembatan psikologis, mengingatkan kabinetnya bahwa di atas segala tugas berat yang menanti, soliditas, kebersamaan, dan rasa percaya satu sama lain adalah fondasi utama untuk menggerakkan roda pemerintahan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.