KabarBaik.co – Polres Batu resmi menggelar Operasi Lilin Semeru 2025 untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berbeda dari tahun sebelumnya, pengamanan kali ini memberi perhatian khusus pada kesiapsiagaan bencana alam, seiring meningkatnya intensitas hujan di Kota Batu.
Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata menegaskan, karakter Kota Batu sebagai daerah wisata pegunungan memiliki kerawanan tersendiri, terutama longsor dan banjir di jalur utama maupun akses menuju destinasi wisata.
“Selain pengamanan ibadah dan arus lalu lintas wisata, Operasi Lilin tahun ini kami beri atensi khusus pada kewaspadaan bencana. Jalur rawan harus benar-benar dipastikan aman,” ujar Andi Yudha.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Batu memperkuat sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Salah satu fokus pengamanan berada di wilayah Pujon dan jalur penghubung menuju Pacet, Kabupaten Mojokerto, yang selama musim hujan rawan longsor dan banjir.
Di kawasan Pujon, Polres Batu telah menyiapkan pos siaga khusus yang dilengkapi alat berat. Pos ini disiapkan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi bencana yang berpotensi memutus akses jalan dan mengganggu mobilitas wisatawan.
Tak hanya kesiapan fisik, kesiapsiagaan juga diperkuat dengan pemantauan cuaca secara intensif. Berdasarkan data BMKG, curah hujan di Kota Batu kerap meningkat pada siang hingga sore hari.
“BMKG memberikan update cuaca setiap 10 menit. Informasi ini menjadi dasar kami dalam menentukan pengaturan lalu lintas sekaligus kesiapsiagaan personel terhadap potensi bencana,” jelas mantan Kapolres Blitar tersebut.
Dalam Operasi Lilin Semeru 2025, sebanyak 442 personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri dari 250 personel Polres Batu dan 192 personel pendukung dari Satpol PP, Damkarmat, Dinas Perhubungan, serta Dinas Kesehatan Kota Batu.
Kabag Ops Polres Batu Kompol Anton Widodo menjelaskan, pihaknya telah menempatkan Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan) di sejumlah titik strategis. Pospam berada di Pesanggrahan, Taman Makam Pahlawan (TMP), dan Exit Songgoriti, sementara Posyan terpusat berada di Lippo Plaza Batu.
Selain itu, Tim Urai Kemacetan juga disiagakan di titik rawan kepadatan wisata, seperti kawasan Jatim Park 3. Tim ini berfungsi ganda, tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga sebagai tim reaksi cepat apabila terjadi kecelakaan, kendaraan mogok, hingga gangguan jalan akibat material longsor. (*)








