KabarBaik.co, Surabaya – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, meninjau langsung kesiapan personel dan alut (alat utama) di Posko Mudik Terpadu Gapura Surya, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (22/3). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat selama masa mudik Idul Fitri 2026.
Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan bahwa Basarnas bersinergi penuh dengan kementerian/lembaga terkait, khususnya TNI dan Polri, dalam Operasi Siaga Terpadu. Tahun ini, Basarnas terlibat dalam 365 posko gabungan dan menyiagakan 196 posko mandiri yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Seluruh Kantor SAR di Indonesia melaksanakan kesiapsiagaan 24 jam penuh. Kami ingin memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat yang merayakan mudik,” ujar Syafii.
Tren Kecelakaan Menurun
Syafii mengapresiasi kondisi keamanan di wilayah NKRI yang dinilai terkendali. Berdasarkan data evaluasi tahun 2023 hingga 2026, terjadi penurunan persentase kejadian kecelakaan secara signifikan. Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, terutama terhadap ancaman di luar jalur jalan raya.
“Basarnas tidak hanya menangani kecelakaan lalu lintas. Kami menyoroti masih rendahnya awareness keselamatan pada aktivitas lain, seperti nelayan yang melaut tanpa memantau prakiraan gelombang tinggi dari BMKG, serta potensi bahaya di tempat-tempat rekreasi yang grafiknya sempat naik tahun lalu,” jelasnya.
Pesan Keselamatan: Mudik Aman, Keluarga Bahagia
Syafii menitipkan pesan kepada rekan-rekan media untuk terus mensosialisasikan pentingnya kepedulian diri terhadap keselamatan. Ia menekankan bahwa setiap aktivitas memiliki risiko, sehingga persiapan matang adalah kunci.
“Semangat kita adalah ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Keselamatan harus diawali dari diri sendiri. Jangan lakukan kegiatan jika tidak ada jaminan aman. Jika membutuhkan bantuan, seluruh kementerian dan lembaga di pusat maupun daerah siap melayani masyarakat,” pungkasnya.
Selain kesiapan posko, ia juga mengapresiasi sinergitas lintas sektor, termasuk peran masjid-masjid di seluruh Indonesia yang kini dideklarasikan sebagai tempat istirahat bagi para pemudik guna menekan angka kelelahan yang sering memicu kecelakaan. (*)







