Siswa Sekolah Rakyat Gresik Jalani MPLS, Begini Pesan Bupati Yani

oleh -119 Dilihat
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wabup Asluchul meninjau MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wabup Asluchul meninjau MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, resmi memulai aktivitasnya dengan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kemarin. Program pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera itu diharapkan menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

MPLS dibuka langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif. Kegiatan tersebut menandai dimulainya perjalanan pendidikan bagi ratusan peserta didik di sekolah yang menjadi bagian dari program prioritas pemerintah.

Bupati Yani menegaskan, Sekolah Rakyat tidak sekadar menghadirkan bangunan sekolah, tetapi menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi unggul.

“Program ini bukan hanya sebuah pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan menjadi pondasi kemajuan bangsa. SR hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas bagi anak-anak kita terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih besar,” ujarnya.

Ia menyampaikan, kegiatan MPLS menjadi awal perjalanan pendidikan bagi para siswa yang akan berlangsung hingga 21 Agustus 2026.

“Momentum ini bukan sekadar membuka tahun ajaran baru, tetapi juga meneguhkan komitmen kita bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sebagai fondasi terwujudnya Gresik Baru Lebih Maju. Yaitu Gresik yang semakin maju pembangunan manusianya, semakin kuat daya saingnya, semakin inklusif pembangunannya, serta semakin sejahtera masyarakatnya,” harapnya.

Menurut Yani, Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan bermutu kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut juga disebut sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gresik dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan kapasitas total 405 siswa.

“Sekolah Rakyat program prioritas Bapak Presiden Prabowo ini dibangun di atas tanah seluas 6,5 hektare menampung 405 siswa. Sebanyak 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA. Selain itu, terdapat pula 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik,” terangnya.

Lebih lanjut, Yani mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat tidak dapat berjalan hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, dukungan dunia usaha, masyarakat, keluarga, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk meraih masa depan lebih baik.

Ia juga menilai pendidikan merupakan cara paling efektif memutus kemiskinan antargenerasi sehingga Pemkab Gresik akan terus mendukung keberlangsungan program tersebut.

“Inilah investasi terbaik yang kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045,ketika bangsa Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global,” ungkap Bupati Yani.

Dalam kesempatan itu, Yani mengingatkan bahwa MPLS tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter peserta didik.

“Masa pengenalan lingkungan sekolah bukan sekadar mengenalkan ruang kelas, guru, maupun tata tertib sekolah. Lebih dari itu, MPLS merupakan proses awal membangun karakter, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, semangat gotong royong, sikap saling menghormati, budaya belajar yang positif, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan baru,” tuturnya.

Ia berharap para guru mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari perundungan. Di sisi lain, orang tua juga diminta aktif membangun sinergi dengan sekolah.

“Pendidikan yang berhasil tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat akan menjadi fondasi lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta akhlakul karimah sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.

Kepada para siswa, Yani berpesan agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.

“Hari ini adalah awal dari perjalanan panjang untuk meraih cita-cita. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormatilah guru-gurumu, sayangilah teman-temanmu, dan jangan pernah berhenti bermimpi. Jangan merasa rendah diri karena keadaan kalian berada di sekolah ini bukan karena keterbatasan, melainkan karena negara hadir untuk membuka kesempatan yang lebih besar bagi kalian.”

Ia juga menyebut perkembangan siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat menunjukkan hasil yang positif.

“Jadikan kesempatan ini sebagai titik awal untuk membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin, doa, dan semangat pantang menyerah kalian mampu menjadi generasi yang membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa. Di sini kita juga punya siswa-siswi yang sudah berjalan satu tahun. Alhamdulillah perkembangan mereka sampai saat ini cerdas dan hebat,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Yani optimistis Sekolah Rakyat Terintegrasi akan melahirkan generasi penerus yang mampu membawa perubahan bagi daerah maupun bangsa.

“Saya yakin, dari Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik ini akan lahir generasi penerus yang kelak menjadi pemimpin, pendidik, tenaga profesional, wirausahawan, inovator maupun tokoh masyarakat yang akan membawa Kabupaten Gresik semakin maju, dan memberikan kontribusi bagi Indonesia,” tutup Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Acara pembukaan MPLS turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Gresik, relawan PKH, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Kecamatan Sidayu.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.