KabarBaik.co, Banyuwangi – Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Banyuwangi mulai boyongan ke gedung sekolah permanen di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Selasa (11/8). Sejumlah siswa terlihat membawa barang-barang pribadi, mulai dari koper hingga bantal dan guling.
Perpindahan dilakukan terhadap siswa lama yang sebelumnya menempati Balai Diklat Licin. Total ada 123 siswa yang dipindahkan. Mereka berasal dari jenjang SD hingga SMA.
Kepala SRT Banyuwangi, Winarno mengatakan, proses perpindahan siswa dari Balai Diklat Licin dilakukan hari ini. Seluruh siswa lama di lokasi tersebut dipindahkan ke gedung permanen yang berada di Muncar. “Hari ini siswa lama yang ada di Licin semuanya kita ajak bergabung ke SRT permanen. Mulai siang ini sudah bergabung ke SRT permanen,” kata Winarno.
Selain siswa, seluruh guru dan tenaga kependidikan (tendik) juga telah dipindahkan ke gedung permanen. Dengan demikian, aktivitas pembelajaran dan pengelolaan SRT Banyuwangi mulai dipusatkan di lokasi baru tersebut.
Winarno menyebut, selain dari Balai Diklat Licin, siswa SRT yang bertempat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas (BPVP) juga akan dipindah ke gedung permanen. Total ada 62 siswa yang perlu dipindah dari tempat itu.
“Kalau yang dari BPVP, khusus siswa lama, akan bergabung hari Sabtu yang akan datang (15/8). Intinya minggu ini seluruh siswa yang ada di sekolah rintisan insyaallah sudah menempati gedung baru,” ujarnya.
Winarno menyebutkan, SRT Banyuwangi saat ini memiliki 262 siswa baru. Mereka berasal dari seluruh kecamatan di Banyuwangi dan terdiri atas jenjang SD, SMP, hingga SMA. Dia menargetkan seluruh siswa sekolah rintisan sudah menempati gedung permanen di Desa Blambangan pada akhir Agustus 2026.
Dari sisi fasilitas, sarana pendukung pembelajaran dan asrama telah tersedia. Namun, sejumlah pekerjaan finishing gedung masih dilakukan, seperti pengecatan, perbaikan lantai, serta pemasangan kunci dan perlengkapan lemari.
“Kalau daya dukung belajar sudah lengkap, kemudian daya dukung asrama sudah lengkap. Tinggal kelengkapan gedung karena masih ada finishing, seperti pengecatan, perbaikan pengepelan, dan pemasangan kunci-kunci,” kata Winarno. (*)








