Siswa SMA di Jember Dijemput Paksa dan Dikeroyok 10 Orang, Video Tanpa Busana Disebar dan Viral

oleh -1155 Dilihat
Tangkapan layar video penganiayaan.(Ist)
Tangkapan layar video penganiayaan.(Ist)

KabarBaik.co, Jember – Kasus perundungan dan penganiayaan brutal menimpa seorang siswa kelas 1 SMA berinisial F, 15 tahun, warga Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Jember.

Korban dikeroyok oleh sekitar 10 orang hingga mengalami luka-luka dan trauma berat. Mirisnya, aksi kekerasan tersebut direkam dan videonya disebarkan ke grup sekolah.

Ibu korban, Samiati, mengungkapkan, kejadian kelam yang menimpa putranya itu terjadi pada Sabtu (28/3) malam lalu. Peristiwa bermula saat F dijemput paksa dari rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB oleh beberapa orang, termasuk teman yang ia kenal.

“Anak saya dijemput paksa sama teman-temannya jam 11 malam. Terus dibawa ke daerah Bulaan, Kacep, masuk wilayah Jombang (Kecamatan Jombang, Jember). Di sana dia dikeroyok sekitar 10 orang,” ujar Samiati saat dikonfirmasi melalui telepon pada Rabu (1/4).

Menurut pengakuan Samiati, pengeroyokan ini diduga dipicu oleh masalah sepele, yakni salah paham terkait pesan suara (voice note) di aplikasi WhatsApp.

“Masalahnya salah paham. HP anak saya dipinjam temannya untuk kirim pesan suara ke teman yang lain secara sembarangan. Teman yang menerima VN itu tidak terima, akhirnya mereka mencari anak saya,” jelasnya.

Akibat pengeroyokan tersebut, F mengalami luka memar di sekujur tubuh, mulai dari tangan hingga bagian mulut yang sempat mengalami perdarahan.

Dalam rekaman video yang beredar, korban bahkan diinjak kepalanya dan ditendang berulang kali oleh para pelaku.

Kekejaman para pelaku tidak berhenti di situ. Korban dipermalukan dengan cara ditelanjangi saat aksi penganiayaan berlangsung. Video saat korban hanya mengenakan celana dalam tersebut kemudian disebarkan oleh para pelaku ke grup-grup WhatsApp sekolah.

“Anaknya sekarang trauma, tidak mau sekolah sejak hari Senin kemarin. Dia takut kejadian itu terulang lagi dan malu karena videonya tanpa baju disebar di grup sekolah,” tambah Samiati.

Pascakejadian tersebut, F diketahui pulang ke rumahnya di Desa Kencong dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 3 kilometer pada pukul 02.30 dini hari.

Tak terima dengan perlakuan yang dialami putranya, Samiati telah melaporkan kasus ini ke Polsek Jombang, Jember. Ia berharap pihak kepolisian segera bertindak tegas dan mengamankan para pelaku yang telah menyiksa dan mempermalukan anaknya.

“Sudah lapor ke Polsek. Besok kami diminta datang lagi ke sana untuk proses lebih lanjut. Kami ingin para pelaku segera ditangkap,” pungkasnya.

Hingga berita ini diunggah, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.