KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mengalokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk Tahun Anggaran 2025 dengan fokus utama pada peningkatan infrastruktur jalan.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memperlancar distribusi hasil tembakau, tetapi juga mendongkrak aksesibilitas ke berbagai sektor vital, termasuk pertanian, pendidikan, dan kesehatan.
DBHCHT merupakan dana yang bersumber dari penerimaan negara atas cukai tembakau dan dialokasikan ke daerah penghasil cukai dan/atau provinsi penghasil tembakau.
Tujuannya adalah membiayai kebutuhan daerah dalam rangka desentralisasi, mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan kesehatan.
Sebagai salah satu daerah penghasil, Situbondo memiliki beberapa entitas penting dalam industri ini, termasuk pabrik rokok (PR) seperti PR Kiswanto di Kendit dan CV. Kalisat Abadi Sejahtera di Situbondo, serta perkumpulan petani tembakau seperti Persekutuan dan Perkumpulan Tani Rengganis Desa Tlogosari di Sumbermalang.
Berdasarkan rincian alokasi 2025, Pemkab Situbondo melalui Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan peningkatan jalan di enam ruas utama yang tersebar di Kecamatan Situbondo, Besuki, dan Sumbermalang.
Total panjang peningkatan jalan mencapai lebih dari 8,4 kilometer dengan rincian Peningkatan Jalan Ruas PB. Sudirman – Kandang (R.4195) di Situbondo sepanjang, 412 meter, Jalan Ruas Demung – Widoro Payungx 3.200 meter, Jalan Ruas Kenanga – Mawar di Situbondo, 300 meter.
Fokus utama dari proyek-proyek ini adalah meningkatkan kondisi jalan akses menuju pabrik rokok seperti CV. Kalisat Abadi Sejahtera dan area perkumpulan petani seperti Tani Rengganis Desa Tlogosari.
Hal ini diharapkan dapat memperlancar distribusi Industri Hasil Tembakau, mempermudah petani membawa hasil panen, dan meningkatkan efisiensi logistik industri rokok lokal.
Pembangunan yang dibiayai oleh DBHCHT ini diharapkan langsung memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, produktivitas dan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berkecimpung di industri tembakau dan sektor terkait lainnya, diharapkan dapat meningkat secara berkelanjutan. (*)






