Soroti Kasus Mobil Siaga Desa Banyutengah Gresik, Legislatif Dorong Evaluasi

oleh -66 Dilihat
1e166103 dba2 4d05 ab0f 2d12a837bbea
Aksi demo warga Banyutengah. (Foto: Muhammad Wildan Zaky)

KabarBaik.co — Insiden  mobil siaga desa yang berujung pada meninggalnya seorang warga Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng, mendapat sorotan dari DPRD Gresik.

Anggota Komisi I DPRD Gresik Imron Rosyadi, menilai kejadian tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan mobil siaga desa di seluruh wilayah Kabupaten Gresik.

“Mobil siaga desa sejatinya diselenggarakan untuk peningkatan pelayanan pemerintahan desa. Kesiapsiagaan pelayanan menjadi indikator utama. Kemudahan untuk bisa mengakses layanan mobil siaga harus menjadi perhatian penyelenggara pemerintahan desa,” ujar Imron Rosyadi saat dimintai tanggapan, Rabu (2/7).

Menurutnya, lambatnya respon pelayanan yang berakibat pada jatuhnya korban jiwa tidak bisa dibiarkan. Ia menegaskan perlunya evaluasi dan pembinaan kepada pemerintah desa agar pelayanan mobil siaga berjalan sesuai fungsi utamanya.

“Saya kira lambatnya respon pelayanan yang berakibat jatuhnya korban harus dilakukan evaluasi dan dilakukan pembinaan” tegasnya.

Terkait langkah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Gresik yang akan melakukan pembinaan kepada Pemerintah Desa Banyutengah, Imron menyatakan dukungannya.

“Apa yang dilakukan DPMD sudah tepat dalam fungsinya, dengan melakukan pembinaan. Kasus di Banyutengah bisa jadi evaluasi menyeluruh atas penyelenggaraan mobil siaga di desa-desa di Kabupaten Gresik,” imbuh imron.

Sebelumnya, ketegangan antara warga dan Pemerintah Desa (Pemdes) Banyutengah sendiri sebelumnya kembali memuncak pada Senin siang (30/6).

Puluhan warga mendatangi balai desa menuntut kades untuk mencabut laporan terkait aksi protes warga sehari sebelumnya, Minggu (29/6), yang berujung pada pencopotan dua ban belakang mobil siaga desa.

Aksi tersebut dipicu oleh meninggalnya Fatkul Hadi, warga desa setempat, yang tidak mendapatkan akses cepat terhadap mobil siaga dalam kondisi darurat. Keluarga korban menyebut tidak ada kejelasan dari pihak desa soal siapa yang memegang kunci kendaraan.

Karena itu, korban akhirnya dilarikan ke Puskesmas Prupuh menggunakan kendaraan tosa milik warga dan dirujuk ke RSUD Ibnu Sina, namun nyawanya tidak tertolong.

Sementara itu, Kepala Desa Banyutengah Fadloli dalam klarifikasinya menyampaikan bahwa keluarga korban sempat diarahkan oleh salah seorang perangkat desa untuk menghubungi dirinya sebagai pihak yang berwenang memberikan izin penggunaan mobil siaga. Namun, ia mengaku tidak menerima pesan atau permintaan dari pihak keluarga korban.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Wildan Zaky
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.