KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pendidikan kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Spekta GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Kota Batu 2025, Selasa (9/12), di GOR Gajah Mada Kota Batu.
Kegiatan besar yang dirangkai dengan peringatan Hari Guru Nasional 2025 dan HUT ke-80 PGRI ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Batu Nurochman, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Chori, Ketua PGRI Kota Batu Yudho Suwintoro, para kepala OPD, para rektor dari 10 perguruan tinggi mitra Program 1.000 Sarjana, serta lebih dari 2.500 peserta, terdiri dari guru, kepala sekolah, siswa SD–SMA/SMK, dan tenaga pendidik se-Kota Batu.
Selain penyerahan penghargaan, acara ini menjadi momentum penting bagi Pemkot Batu untuk meneguhkan prioritas besar pada sektor pendidikan melalui BOSDA, beasiswa 1.000 sarjana, serta penghargaan bagi siswa dan atlet berprestasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Chori menyampaikan, bahwa Spekta GTK menjadi bentuk apresiasi kepada para pendidik yang selama ini mengabdikan waktu, tenaga, dan pikiran demi kemajuan pendidikan di Kota Batu.
“Peringatan ini adalah penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru atas dedikasi dan pengabdian mereka. Hari Guru Nasional ini kami rayakan dengan memberikan apresiasi, penghargaan, serta dukungan nyata kepada seluruh insan pendidikan,” ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan dihadiri sekitar 2.500 peserta, termasuk guru dari seluruh jenjang, siswa berprestasi peserta O2SN-FLS2N, serta para atlet disabilitas yang mengharumkan nama Kota Batu pada Kejuaraan Paralimpik Provinsi (Keparprov) Jatim 2025.
Prestasi membanggakan tersebut antara lain 11 medali dari 18 atlet, yang terdiri dari 6 emas, 3 perak, dan 2 perunggu, menempatkan Kota Batu di peringkat 5 dari 38 kabupaten/kota.

BOSDA, Beasiswa, dan Dukungan Pendidikan Nonformal Ditingkatkan
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pendidikan juga menyerahkan berbagai bentuk bantuan, di antaranya:
1. BOSDA untuk sekolah swasta
Termasuk:
TK/RA: Rp6 juta per tahun
TKRA: Rp12 juta per tahun
PKBM: Rp20.000 per siswa per bulan
SD/MI: Rp25.000 per siswa per bulan
SMP: Rp35.000 per siswa per bulan
2. Bantuan untuk Madrasah Diniyah
Santri Ula tingkat SD: Rp15.000 per siswa per bulan
Santri Wustha tingkat SMP: Rp25.000 per siswa per bulan
Guru Madin: Rp300.000 per bulan
3. Bantuan untuk anak yatim/piatu korban Covid-19
Sebanyak 49 anak menerima beasiswa Rp300.000 per bulan.
4. Penghargaan kepala sekolah purna tugas dan guru inovatif
Sebanyak 12 kepala sekolah menerima penghargaan purna tugas, serta guru-guru inovatif dari jenjang TK–SMA mendapatkan apresiasi dari PGRI.
Momentum Spekta GTK juga menjadi panggung penandatanganan kerja sama Program Beasiswa 1.000 Sarjana, program prioritas Pemkot Batu di tahun 2025.
Sebanyak 271 calon penerima dinyatakan lolos verifikasi yaitu 175 beasiswa prestasi dan 96 beasiswa kurang mampu.
Beasiswa mencakup UKT penuh (100 persen) hingga 8 semester, kecuali jurusan dengan biaya di atas Rp 10 juta (seperti kedokteran) yang ditanggung hingga Rp 10 juta per semester.
Hingga saat ini sudah terdapat 4 kampus mitra aktif, dan 10 perguruan tinggi hadir untuk penandatanganan MOU/PKS, di antaranya Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Malang, Universitas Ma Chung, Universitas Muhammadiyah Malang, Binus, hingga ITN Malang.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Batu Yudho Suwintoro, mengapresiasi penuh kebijakan propendidikan Pemkot Batu. “Insentif honorer naik, BOSDA bagi sekolah swasta, beasiswa bagi siswa dan guru, hingga pengangkatan PPPK dan semua ini sangat kami rasakan manfaatnya. Tidak ada sekolah jelek di Kota Batu karena pembangunan sarpras terus dilakukan,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Wali Kota Batu Nurochman menekankan bahwa pendidikan adalah sektor yang tidak boleh dikurangi pendanaannya meski pemerintah sedang melakukan efisiensi.
“Saya tidak akan mundur untuk membiayai anak-anak Kota Batu menempuh pendidikan tinggi. Ini bukan program populis, saya mungkin tidak menikmati hasilnya, tetapi Kota Batu akan menikmatinya di masa depan,” tegasnya.
Ia menegaskan, beasiswa adalah jalan strategis untuk menekan kemiskinan, menghapus kebodohan, dan meningkatkan daya saing SDM Kota Batu.
“Saya ingin anak-anak kita yang kurang mampu tapi berpotensi, bahkan yang ingin menjadi dokter, tetap bisa sekolah setinggi mungkin tanpa terbebani biaya,” ujarnya.
Melalui Spekta GTK 2025, Pemkot Batu menunjukkan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Kolaborasi kuat antara pemerintah, sekolah, guru, PGRI, dan perguruan tinggi mitra menjadi fondasi untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang semakin merata dan berdaya saing.
Spekta GTK bukan hanya seremoni, tetapi bukti nyata bahwa komitmen terhadap pendidikan di Kota Batu terus bergerak maju dan memberikan kesempatan lebih besar bagi guru, siswa, serta seluruh insan pendidikan untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.(*)







