Sudah Lepas 4 Pemain: Persebaya Restart ke Habitat Asli, Skuad Ngosek dan Ngeyel

oleh -486 Dilihat
DIMOV PERSEBAYA
Dime Dimov yang tidak lagi bersama Persebaya Surabaya di putaran kedua Super Leaague 2025-2026. (Foto IG)

KabarBaik.co- Persebaya Surabaya tengah menjalani transformasi. Jauh lebih dari sekadar bongkar-pasang pemain, klub yang dikenal dengan julukan Green Force ini tampaknya berupaya mengubah identitas tim, menyesuaikan filosofi permainan, dan memperkuat strategi di putaran kedua Super League 2025/2026 di tangan sang arsitek baru Bernardo Tavares.

Langkah awal terlihat dari pelepasan sejumlah pemain yang sebelumnya menjadi andalan. Rizky Dwi Pangestu dipinjamkan ke Garudayaksa FC, sementara Rendy Oscario kembali ke Semen Padang FC. Keputusan ini diikuti berpisahnya dua pemain asing. Diego Mauricio dan Dime Dimov. ‘’Thank you for everything Persebaya,’’ tulis Dimov di akun IG.

Pelepasan tersebut bukan semata soal nama besar, melainkan berdasarkan evaluasi statistik yang tak terbantahkan. Diego Mauricio, misalnya, penyerang Brasil yang datang sejatinya dengan ekspektasi tinggi dan nilai pasar sekitar Rp 3,91 miliar, hanya tampil 7 kali selama 253 menit tanpa mencetak gol atau assist. Nilai expected goals mencapai 0,94, namun kenyataannya Mauricio gagal menembus gawang lawan, dengan akurasi tembakan hanya 25 persen dari empat percobaan.

Setelah dipercaya sebagai pelatih baru, tentu Tavares telah memiliki visi permainan baru yang bakal diterapkannya. Filosofi Tavares menekankan transisi cepat, penguasaan bola, dan fleksibilitas formasi. Dengan demikian, pemain yang tidak sesuai karakter permainan tim, meskipun konsisten secara individu, akhirnya mau tidak mau harus dilepas.

Demi mewujudkan visi itu, Persebaya mendatangkan tiga pemain asing Brasil. Yakni, Bruno Paraíba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes. Bruno Paraíba dikenal sebagai penyerang cepat dan fleksibel, mampu meningkatkan dinamika serangan tim. Jefferson Silva adalah bek kiri yang seimbang antara menyerang dan bertahan,.

Sementara itu, Gustavo Fernandes diharapkan menjadi jangkar lini belakang dengan keunggulan duel udara dan distribusi bola dari belakang. Kedatangan trio Samba ini menegaskan bahwa Persebaya tidak sekadar menambah kuota pemain asing, melainkan membangun tim yang seimbang, agresif, dan taktis.

Yang menarik, langkah ini menunjukkan angle baru. Persebaya tidak hanya fokus pada siapa yang datang atau pergi, tetapi melakukan reset filosofi permainan. Tim ini bergerak dari ketergantungan pada satu atau dua pemain kreatif menjadi skuad yang lebih terdistribusi dalam serangan dan pertahanan, dengan pengukuran kinerja berdasarkan metrik modern seperti expected goal, akurasi operan, tempo transisi, dan kontribusi defensif. Filosofi gabungan Portugal dan Samba Brasil itu diharapkan membentuk tim yang cepat, agresif, dan kreatif. Dalam dialek Surabaya, ngosek dan ngeyel.

Perombakan itu tampaknya juga menjadi sinyal bagi semua pemain Persebaya. Tidak ada tempat yang aman, dan hanya performa nyata yang menentukan posisi di lapangan. Persebaya baru yang dibentuk Tavares bukan lagi tim stagnan, tetapi tim dengan karakter lebih matang, siap menghadapi tantangan kompetitif, dan mampu mengeksekusi permainan modern sesuai filosofi pelatih dan karakter khas Persebaya.

Dengan perubahan ini, Persebaya Surabaya sedang menulis babak baru. Bukan sebatas mengganti wajah skuad, tetapi mengganti cara bermain, strategi, dan identitas tim, yang pada putaran pertama banyak menghasilkan draw alias remis. Di klasemen akhir paruh musim, Persebaya tertambat di posisi tengah.

Karena itu, di sisa 17 laga putaran kedua, posisi itu mesti terkerek ke papan atas, bahkan bila perlu tetap mambuka asa juara, walaupun peluangnya terbilang setipis tisu karena mesti bersaing dengan raja papan atas seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Borneo FC.

Yang pasti, skuad baru itu untuk kali pertama dapat dilihat pada laga tandang pertama putaran kedua. Yakni, saat duel melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, pada 25 Januari 2026. Laga menarik karena di putaran pertama, Persebaya kalah di kandang dengan skor 0-1. Duel kebangkitan baru atau kembali dipermalukan? (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.