KabarBaik.co, Surabaya – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyambut langsung kepulangan 378 jemaah haji Kloter I Debarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo di Asrama Haji Surabaya, Senin (1/6) malam. Kedatangan para jemaah ini berlangsung lancar berkat dukungan teknologi mutakhir berupa Immigration Seamless Process Corridor Gate yang mempercepat proses pemeriksaan imigrasi.
Setibanya di lokasi, para jemaah langsung melewati gerbang teknologi canggih tersebut sebelum melanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan berupa thermal scanner dari Kementerian Kesehatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.
“Alhamdulillah kita menyambut para jemaah haji dalam keadaan fresh. Semoga seluruh jemaah haji mendapatkan gelar haji mabrur dan mabruroh. Selamat datang kembali di tanah air,” ujar Khofifah.
Ia pun berdoa agar ibadah yang telah dilakukan diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan, serta semakin meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan para jemaah.
Apresiasi Inovasi Teknologi
Gubernur yang juga menjabat sebagai Koordinator Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya ini memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI atas hadirnya inovasi layanan tersebut.
Menurutnya, Immigration Seamless Process Corridor Gate merupakan bentuk teknologi pemeriksaan perbatasan biometrik yang memungkinkan proses verifikasi berjalan sangat cepat. Jemaah cukup berjalan melewati gerbang tersebut dan terdeteksi melalui sensor iris mata, tanpa perlu berhenti, mengeluarkan paspor, maupun dicap secara manual.
“Teknologi ini memudahkan jemaah haji yang hanya melewati dan terdeteksi oleh sensor Iris (mata) sehingga tanpa mengeluarkan paspor dan pemeriksaan dilakukan sangat cepat serta berdasarkan azas prudent atau kehati-hatian,” jelasnya.
“Kita berterima kasih atas seluruh inovasi layanan publik yang dilakukan memberikan kemudahan dan percepatan kepada seluruh jemaah haji yang tiba di tanah air,” imbuhnya.
Diketahui, alat serupa juga telah diterapkan di Bandara Soekarno-Hatta untuk proses keberangkatan, dan saat ini hanya tersedia dua unit untuk kepulangan, yakni di Jakarta dan Surabaya.
Mendoakan Jemaah yang Wafat
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyinggung kloter pertama ini sebagai Assabiqunal Awwalun atau orang-orang yang pertama kali pulang. Ia pun mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan jemaah haji asal Jawa Timur yang wafat di Tanah Suci.
“Kami menyampaikan belasungkawa mendalam dan berharap seluruh amal ibadah mereka diterima Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala Kanwil Kementerian Haji Provinsi Jatim, M. As’adul Anam, melaporkan bahwa pelayanan kesehatan tahun ini berjalan jauh lebih baik. Meski demikian, tercatat pada kloter pertama terdapat satu orang jemaah yang wafat dan satu orang lainnya masih dalam perawatan medis.
As’adul juga turut mengapresiasi kehadiran alat seamless corridor yang sangat membantu mempercepat proses verifikasi kepulangan di Asrama Haji Sukolilo.
Di akhir sambutan, Gubernur Khofifah berharap kepulangan para jemaah membawa kebahagiaan bagi keluarga dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk hidup rukun, damai, dan penuh berkah.
“Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kemabruran haji Bapak dan Ibu, melimpahkan kesehatan, keberkahan usia, serta menjadikan panjenengan semua pribadi-pribadi yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (*)







