Tak Terhalang Administrasi, Bupati Gresik Pastikan Balita Penderita Atresia Bilier Dapat Layanan Medis

oleh -82 Dilihat
f8bbc456 79b4 48c8 aef1 ef587456c06b
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk bayi penderita atresia bilier. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menunjukkan komitmennya dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat tanpa batasan administrasi. Selasa (30/12), Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk IA, 1 tahun, balita penderita atresia bilier di Kecamatan Menganti yang tengah menjalani proses pengobatan.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan Gresik Mukhibatul Khusnah, jajaran Puskesmas Kepatihan, serta Camat Menganti Bagus Arif Jauh Hari. Pemerintah daerah ingin memastikan proses perawatan IA terus berjalan sesuai rekomendasi dokter.

Bupati Yani mengungkapkan, kasus ini sempat terkendala layanan Universal Health Coverage (UHC) lantaran orang tua IA masih tercatat sebagai warga luar Gresik. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penanganan medis tidak boleh terhambat oleh persoalan administrasi.

“Pelayanan UHC di Gresik memang berbasis NIK warga Gresik. Namun yang paling penting adalah memastikan anak ini mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Saat ini, anak IA sudah dalam perawatan dan perhatian khusus di RSUD Dr. Soetomo Surabaya,” ujar Yani.

Menurut Yani, kondisi IA membutuhkan perawatan intensif dan proses pemulihan jangka panjang. Ia memastikan Pemkab Gresik tetap melakukan pendampingan, termasuk memenuhi kebutuhan gizi sebagai langkah awal sebelum tindakan medis lanjutan dilakukan.

“Kami terus berkomunikasi dengan RSUD Dr. Soetomo. Proses pengobatan ini tidak singkat, sehingga perlu kesiapan fisik dan pendampingan berkelanjutan. Apa pun arahan medis berikutnya, termasuk jika nantinya diperlukan rujukan lanjutan ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, akan terus kami dukung,” tegasnya.

Yani juga mengajak masyarakat memberi dukungan moral dan mendoakan kesembuhan IA. Menurutnya, menjaga kesehatan anak merupakan tanggung jawab kemanusiaan yang melampaui batas wilayah.

“Di hadapan seorang anak yang sedang berjuang untuk hidup, tidak ada sekat wilayah. Yang ada adalah kewajiban untuk saling menguatkan dan memastikan harapan tetap menyala,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.