Tari Siwalan dan Batik Wastra Gresik Menyapa 22 Negara di ICPS Universitas Airlangga

oleh -56 Dilihat
21ccba48 d00d 4b56 9946 6ccec5042e1a
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Direktur Sekolah Pascasarjana Unair dengan 22 delegasi negara. (Foto: Muhammad Wildan Zaky)

KabarBaik.co – Bukan sekadar forum akademik, The 9th Kolaboraya International Conference Postgraduate School (ICPS) Universitas Airlangga (Unair) yang digelar di halaman kantor Bupati Gresik, Rabu malam (17/9), berubah menjadi panggung diplomasi budaya dan ekonomi.

Di hadapan 22 delegasi negara, Pemkab Gresik menampilkan identitasnya lewat Tari Siwalan. Sebanyak 500 guru TK yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Gresik menari kolosal, menggambarkan potensi alam daerah, khususnya buah siwalan dari Panceng, sekaligus semangat gotong royong masyarakat kabupaten Gresik.

Direktur Pascasarjana Unair Prof. Romdhoni, menyebut penampilan itu luar biasa. Ia menekankan penghargaan Pemkab Gresik terhadap guru TK patut dicontoh. “Mudah-mudahan apa yang Pak Bupati contohkan ini akan tersebar di seluruh Indonesia, terkait bagaimana Pemkab Gresik memberi penghargaan yang sangat tinggi kepada ibu guru TK sehingga kita tidak bisa memandang remeh lagi khususnya disektor pendidikan dasar,” katanya.

ICPS sendiri merupakan agenda rutin tahunan Sekolah Pascasarjana Unair yang digelar bersama para alumninya. Tahun ini konferensi mengusung slogan alumni berdampak dengan melibatkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sebagai salah satu lulusan Universitas Airlangga.

9b3806a9 311e 40df 8914 11ce4ee3a918

Prof. Romdhoni menyebut keterlibatan Bupati Yani menjadi bukti nyata bahwa alumni mampu memberi sumbangsih bagi institusi sekaligus daerahnya. “Kita bekerjasama dengan Bapak Bupati yang merupakan salah satu alumni kita dan tentunya telah memberikan dampak yang nyata bahwa dengan adanya alumni dari Pascasarjana Unair bisa memberikan sumbangsih dari institusi,” ujarnya.

Tak berhenti di budaya, Pemkab Gresik juga menjadikan konferensi internasional ini sebagai etalase ekonomi kerakyatan. Produk batik lokal dipamerkan sekaligus dijadikan suvenir untuk para delegasi. “Kami terus berdoa dalam ketidakpastian ini juga masih ada arah tumbuh ekonomi, yang mana terus kita gerakkan ekonomi kerakyatan di mulai dari UMKM,” ujar Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani.

Bupati Yani menegaskan bahwa Gresik, meski daerah kecil, kini menjadi tujuan investasi nasional dan internasional. Dalam kondisi global yang tidak pasti, ia yakin masyarakat santri Gresik mampu menjaga kondusivitas sehingga iklim investasi tetap bergerak.

“Mudah-mudahan Gresik tetap aman dalam kondisi yang tidak pasti ini. Kami meyakini masyarakat Gresik yang berbudaya santri terus menjaga dalam kondusifitas. Yang mana kita bisa menahan diri, melihat investasi ini harus terus bergerak di situasi yang melambat,” katanya.

Sebagai penutup, Pemkab Gresik menyerahkan cenderamata Wastra Gresik kepada para delegasi, dari Qatar, Saudi Arabia, Palestina, hingga Tanzania. Harapannya, identitas budaya dan produk lokal Gresik melekat dalam ingatan tamu internasional.

“Malam hari ini kita bisa melihat UMKM kita batik ditengah situasi ekonomi yang cukup berjalan lambat, ada produksi batik untuk sovunir batik buat para delegasi. Kemudian peran UMKM yang lain juga terus kita dorong. Mudah-mudahan ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi di kabupaten Gresik. Tidak hanya ekonomi skala besar, tapi UMKM yang tumbuh dan bergerak di situasi yang melambat,” pungkas Bupati Yani.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Wildan Zaky
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.