KabarBaik.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Bakorwil III Malang kembali menggelar pasar murah di wilayah Blitar. Program ini merupakan instruksi langsung Gubernur Jatim sebagai langkah stabilisasi harga bahan pokok di tengah potensi inflasi jelang akhir tahun.
Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar, mengatakan pasar murah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga kebutuhan masyarakat. Program digelar serentak di seluruh daerah cakupan Bakorwil III Malang.
“Kami mendapatkan amanah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan stabilitas harga di wilayah. Makanya kami adakan giat pasar murah ini atas instruksi langsung Ibu Gubernur,” terang Asep, Senin (17/11).
Menurutnya, pasar murah disiapkan dengan harga lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET), sehingga masyarakat bisa membandingkan langsung dengan harga pasar konvensional. Barang yang disediakan pun merupakan komoditas yang paling mempengaruhi inflasi, seperti beras, minyak goreng, cabai, serta bawang merah dan putih.
Asep menegaskan kegiatan ini tidak hanya dilakukan di Blitar, tetapi di seluruh wilayah kerja Bakorwil III Malang. Program tersebut juga menjadi bentuk antisipasi pemerintah terhadap gejala inflasi yang kini mulai terlihat di berbagai daerah.
“Inflasi itu bisa terjadi di mana saja. Karena itu kami mengantisipasi dengan menghadirkan bahan pokok yang memengaruhi inflasi. Kami pantau bersama Bank Indonesia,” jelasnya.
Saat ditanya terkait kondisi inflasi di Blitar, Asep menyebut data lengkapnya berada pada BI. Namun ia memastikan bahwa pasar murah adalah langkah cepat untuk meredam kenaikan harga di masyarakat.
Dalam kegiatan kali ini, pemerintah menyediakan stok cukup besar. Untuk beras, disiapkan 5 ton untuk kebutuhan dua hari pelaksanaan. Sementara komoditas lain seperti telur, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya disesuaikan dengan ketersediaan penyedia.
“Yang jelas semua harga di pasar murah ini insyaallah bisa bersaing dengan harga konvensional. Pemerintah hadir untuk masyarakat,” tegas Asep.
Program pasar murah ini mendapat antusiasme tinggi dari warga yang ingin memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.(*)







