Teluk Trima Bali Makin Hijau, 19 Hektare Mangrove Ditanam dan Dirawat Masyarakat 14 Desa

oleh -145 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 13 at 11.10.24 PM
Salah satu warga menanam mangrove (Ist)

KabarBaik.co, Bali – Kawasan Teluk Trima di Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Buleleng, Bali, akan semakin rindang untuk tahun-tahun ke depannya. Penanaman mangrove secara masif selama tiga tahun belakangan mendukung hal itu.

Konservasi yang mencakup lahan sekitar 19 hektare tersebut tidak lepas dari keterlibatan berbagai elemen masyarakat dan dukungan dari PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung (WLBA) bekerja sama dengan Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Di balik pelaksanaan kegiatan tersebut terdapat kelompok masyarakat dari 14 desa di Kecamatan Gerokgak yang tergabung dalam pengempon Pura Gili Kencana dan Pura Segara Giri di Teluk Trima. Mereka juga terlibat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Segara Indah.

Ketua panitia yang sekaligus Kepala Desa Sumber Klampok mengatakan, masyarakat dari berbagai desa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendukung program konservasi tersebut.

Desa yang terlibat antara lain Tukad, Sumaga, Pengulon, Tinga, Patas, Gerokgak, Sanggalangit, Penyabangan, Musi, Banyupoh, Pemuteran, Sumber Kima, Pejarakan, dan Sumber Klampok.

Warga tidak hanya bertugas menanam, tetapi juga berkomitmen menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam selama tiga tahun. Tanggung jawab tersebut menjadi bagian penting agar tanaman dapat tumbuh hingga membentuk vegetasi hutan.

Salah satu pemangku adat, Jero Mangku I Ketut Merta, mengatakan kelompok masyarakat dibentuk sebagai penanggung jawab tanaman mangrove yang ditanam di kawasan tersebut.

Menurut dia, keterlibatan dalam program konservasi juga diperluas kepada kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Anak-anak sekolah dan mahasiswa ikut menjadi bagian dari penyelamat lingkungan bersama TNBB dan PT WLBA,” ujar Jero Mangku.

Sementara itu, Direktur Utama PT WLBA R.A. Ambarwati Kenconowungu menjelaskan, setiap kelompok penanam mangrove akan dicatat dan didaftarkan sebagai kelompok binaan perusahaan.

Kelompok tersebut nantinya bekerja di bawah pengawasan TNBB. Perusahaan juga memberikan dukungan biaya penanaman dan perawatan secara berkala.

Tidak berhenti pada tahap penanaman, perusahaan bersama pihak terkait juga akan melakukan evaluasi setiap tahun. Bahkan, disiapkan kompetisi antarkelompok untuk mendorong keseriusan masyarakat dalam merawat mangrove.

Kelompok petani mangrove yang dinilai berhasil nantinya akan mendapatkan hadiah uang tunai dan sertifikat penghargaan.

Skema tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus memastikan program konservasi tidak berhenti setelah kegiatan seremonial penanaman selesai.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Yayasan Royal Nusantara Agung (RNA), bersama sejumlah yayasan, organisasi masyarakat, komunitas budaya, dan kelompok pecinta alam.

Di antaranya Yayasan Keris Bali, Yayasan Inti Alam Bali, Yayasan Bumi Bali Bagus, Yayasan Batur Kalawasan, Yayasan Pancer Langit, Sanggar Bona Alit, STIKES, SMAN Gerokgak, SMPN dan SDN Sumber Klampok, Pokdarwis, Persatuan Subak, serta Banjar Adat.

Sejumlah pejabat dan staf TNBB, pejabat kementerian terkait bidang kehutanan dan lingkungan hidup, serta perwakilan instansi lainnya juga mendukung kegiatan tersebut.

Kegiatan konservasi itu bahkan mendapat perhatian dari kalangan internasional. Seorang pecinta alam asal Prancis hadir sebagai perwakilan yayasan Eropa yang bekerja sama dengan Yayasan RNA dan PT WLBA.

Dengan keterlibatan berbagai pihak tersebut, penanaman mangrove di Teluk Trima tidak sekadar menjadi kegiatan penanaman pohon, tetapi dirancang sebagai program konservasi berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Masyarakat diberikan peran untuk menanam, menjaga, merawat, sekaligus bertanggung jawab terhadap keberlangsungan mangrove selama beberapa tahun ke depan.

Program tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi ekologis kawasan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir di kawasan Taman Nasional Bali Barat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.