KabarBaik.co, Bojonegoro – Runtuhnya teras kanopi bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, beberapa hari lalu, menjadi catatan serius. Insiden ini menjadikan Kodim 0813 Bojonegoro melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pembangunan di 382 gerai di daerah tersebut.
Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak lepas dari faktor teknis konstruksi. Dari hasil pengecekan yang dilakukan, bentang teras yang terlalu panjang menyebabkan beban berlebih pada struktur bangunan, sehingga tidak mampu ditopang secara maksimal oleh penyangga. Akibatnya bagian kanopi runtuh.
“Insiden ini menjadi catatan penting bagi kami untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan standar kualitas tetap terjaga,” tegas Dedy, Sabtu (4/4).
Pembangunan KDMP dilakukan melalui skema swakelola berbasis padat karya yang melibatkan masyarakat setempat. Skema ini bertujuan memberdayakan warga sekaligus mempercepat pembangunan. Namun, di sisi lain, keterlibatan tenaga kerja dengan kemampuan teknis yang beragam menjadi tantangan tersendiri. Hal ini terbukti pada kualitas pengerjaan bangunan.
Dedy mengakui bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di lapangan menjadi faktor penting agar hasil pembangunan lebih optimal dan aman. Oleh karena itu, evaluasi tidak hanya difokuskan pada struktur bangunan, tetapi juga pada kemampuan teknis para pekerja.
Usai ambruknya kanopi gedung KDMP Padang, langsung dilakukan perbaikan. Struktur yang rusak telah diganti dan diperkuat dengan penambahan tiang penyangga agar mampu menahan beban secara lebih stabil. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Di sisi lain, program KDMP tetap menjadi prioritas karena memiliki tujuan strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Di Bojonegoro, terdapat 382 titik pembangunan yang tersebar di 28 kecamatan. Hingga saat ini, 70 unit telah rampung sepenuhnya, sementara puluhan lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Selain pembangunan fisik, dukungan operasional juga terus disalurkan. Sebanyak 57 koperasi yang telah memenuhi syarat telah menerima kendaraan operasional guna menunjang aktivitas ekonomi mereka. (*)






