Terkait Isu Potongan Hingga Pemilahan Material, Kepala SMAN 1 Loceret Buka Suara Soal Dana Revitalisasi Rp 765 Juta

oleh -134 Dilihat
Proyek revitalisasi dari Kemendikdasmen untuk membenahi sarana dan prasarana belajar mengajar di SMA Negeri 1 Loceret (Agus Karyono)
Proyek revitalisasi dari Kemendikdasmen untuk membenahi sarana dan prasarana belajar mengajar di SMA Negeri 1 Loceret (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk — SMA Negeri 1 Loceret Nganjuk menerima program bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen untuk membenahi sarana dan prasarana belajar mengajar. Bantuan berupa rehabilitasi 6 ruang kelas dan 1 laboratorium komputer dan satu toiket tersebut dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah.

Kepala SMAN 1 Loceret, Tutut Trijoto, mengonfirmasi keberadaan program revitalisasi tersebut saat ditemui awak media.

“Nilai anggarannya secara keseluruhan Rp 700 lebih,” ujar Tutut saat ditanya mengenai besaran anggaran yang dialokasikan untuk pengerjaan proyek tersebut, Jumat (31/7).

Meski besaran anggaran sempat dipertanyakan kecukupannya untuk merenovasi tujuh ruangan, pihak sekolah optimistis pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu. Perhitungan cermat telah dilakukan sebelum pengerjaan fisik dimulai.

“Insya Allah cukup, karena sudah berdasarkan analisa,” tegas Tutut.

Guna memastikan pengerjaan berjalan transparan dan sesuai mekanisme swakelola, sekolah membentuk panitia pelaksana serta tim teknis khusus. Pelaksanaan teknis di lapangan dibantu oleh perencana, pengawas, hingga mandor.

“Di dalam pengelolaan dana revit ini ada kepanitiaan pelaksana, P2SP, dan satu tim teknis yang berisi perencana dan pengawas,” jelasnya terkait struktur pelaksana proyek.

Terkait desas-desus atau isu pemotongan anggaran bantuan, Tutut menepis hal tersebut. Ia menegaskan bahwa dana bantuan yang diterima sekolah utuh dan langsung dimaksimalkan untuk rehabilitasi fasilitas fisik.

“Sejauh ini tidak ada (potongan), ” ucap Tutut menegaskan.

Di sisi lain, mengenai efisiensi penggunaan material seperti pemilihan genting lama yang masih layak pakai dikombinasikan dengan genting baru sekolah menyerahkan sepenuhnya pada pertimbangan teknis.

Pemilihan material dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kondisi lapangan agar efektif dan hemat anggaran tanpa mengabaikan kualitas bangunan.

“Kalau itu, tetap dilakukan analisis,” tuturnya saat merespons pertanyaan wartawan mengenai pemilahan material bangunan.

Untuk kepengurusan internal proyek revitalisasi ini, sekolah menunjuk Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana (Waka Sarpras) sebagai ketua tim pelaksana untuk memantau langsung perkembangan pengerjaan di lapangan hingga tuntas.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.