KabarBaik.co, Surabaya– Teka-teki di balik aksi nekat RO, 21, yang meloncat dari lantai 20 Hotel Goldvitel, Surabaya, mulai menemui titik terang. Polisi menduga kuat motif warga Saradan, Madiun tersebut mengakhiri hidupnya karena depresi dan riwayat gangguan kejiwaan.
Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya mengungkapkan bahwa fakta tersebut diperoleh setelah pihak kepolisian menggali keterangan dari pihak keluarga korban. Berdasarkan rekam medis, korban diketahui memiliki riwayat perawatan kejiwaan yang cukup panjang.
“Sesuai keterangan keluarga, pada Oktober 2025 korban sempat menjalani perawatan di RS Jiwa Bangli, Bali, selama satu bulan,” ujar Vian, Minggu (3/5).
Upaya pemulihan korban sebenarnya terus berlanjut. Selepas keluar dari RSJ pada November 2025, keluarga memutuskan untuk membawa RO ke sebuah pondok pesantren di daerah Ponorogo. Namun, baru tiga bulan menjalani pendidikan di sana, ia memutuskan untuk kabur.
Semenjak saat itu, komunikasi antara korban dan keluarga terputus total. Pihak keluarga hanya mendengar kabar burung bahwa RO bekerja di Surabaya tanpa mengetahui lokasi pasti tempat tinggal maupun tempat kerjanya.
“Penyebab bunuh diri diduga kuat karena korban mengalami gangguan kejiwaan atau depresi. Pihak keluarga sudah tidak berkomunikasi sama sekali sejak ia meninggalkan pondok pesantren,” tambah Vian.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu (2/5) malam sekitar pukul 22.10 WIB. Pemuda kelahiran Semarang tersebut tewas setelah terjun dari Sky Lounge 147 yang berada di lantai 20 Hotel Goldvitel, Jalan Basuki Rahmad. Tubuh korban jatuh dari ketinggian sekitar 70 meter.
Saat ini, jenazah korban telah menjalani proses visum dan sedang dalam proses pemulangan ke rumah duka di Madiun untuk dimakamkan. (*)
Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.






