Tinjau Lapangan Banyu Geni, DPRD Bojonegoro Minta Pertamina Libatkan Warga Sekitar

oleh -135 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 29 at 5.21.46 PM
Komisi B DPRD Bojonegoro saat berdiskusi di Lapangan Banyu Geni di Kecamatan Kepohbaru (Ist)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Komisi B DPRD Bojonegoro melakukan peninjauan langsung ke proyek eksplorasi Lapangan Banyu Geni sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan proyek strategis di sektor energi. Dalam kunjungan tersebut, dewan memastikan proyek berjalan sesuai ketentuan, melibatkan masyarakat sekitar, serta mengedepankan aspek keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, mengatakan keterlibatan masyarakat lokal menjadi perhatian utama dalam pengawasan proyek tersebut. Menurutnya, keberadaan proyek harus memberikan manfaat nyata bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi.

“Yang kami pastikan kemarin adalah progres proyek di Lapangan Banyu Geni harus melibatkan masyarakat sekitar. Itu yang kami cek langsung di lokasi,” ujar Lasuri, Rabu (29/7).

Selain memastikan partisipasi masyarakat, Komisi B juga menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja (safety) selama proses eksplorasi berlangsung. DPRD meminta pihak pelaksana proyek memperhatikan seluruh aspek yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

“Kami juga ingin memastikan proyek itu benar-benar memperhatikan aspek safety dan tidak mengganggu lingkungan. Baik terkait debu, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), maupun analisis dampak lalu lintas (Andalalin), semuanya harus menjadi perhatian Pertamina, terutama pihak kontraktor pelaksana, PT ISS,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Lasuri turut menyinggung persoalan perizinan proyek yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik. Berdasarkan penjelasan yang diterima Komisi B saat melakukan peninjauan, seluruh proses administrasi telah dipenuhi, termasuk perubahan status lahan yang sebelumnya masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

“Dari penjelasan yang kami terima di lokasi, semuanya sudah selesai, termasuk persoalan fungsi lahannya. Yang awalnya berstatus LSD juga sudah keluar izinnya,” katanya.

Meski demikian, hingga saat ini hasil eksplorasi Lapangan Banyu Geni belum dapat dipastikan. Lasuri menyebut Pertamina belum memberikan kepastian mengenai potensi sumber daya yang akan dihasilkan dari proyek tersebut.

“Belum ada kepastian dari Pertamina apakah nantinya menghasilkan minyak atau gas. Tetapi arahnya kemungkinan lebih dominan ke gas,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Lapangan Banyu Geni merupakan bagian dari pengembangan Pertamina EP Cepu. Proyek ini membutuhkan lahan sekitar 3,5 hektare yang sebelumnya masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Pemerintah memastikan alih fungsi lahan tersebut tidak mengurangi luas sawah karena setiap satu hektare LSD yang digunakan wajib diganti dengan tiga hektare lahan sawah baru sesuai ketentuan.

Proyek pengembangan Lapangan Banyu Geni juga berstatus sebagai Objek Vital Nasional yang mendapat perhatian pemerintah pusat. Hal itu ditunjukkan dengan kunjungan Kepala Kantor Staf Presiden, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, ke Bojonegoro beberapa waktu lalu untuk meninjau progres proyek sekaligus memastikan percepatan pelaksanaan tetap berjalan sesuai target dengan mengutamakan keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, serta memperhatikan dampaknya bagi masyarakat sekitar. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.