TPS Tingkatkan Mitigasi Serangan Siber lewat Webinar Fileless Malware

oleh -87 Dilihat
IMG 20250628 WA0006
Dampak dari serangan ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mencederai reputasi perusahaan.

KabarBaik.co – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), terus memperkuat sistem keamanan teknologi informasi untuk melindungi operasionalnya dari ancaman serangan siber. Sebagai langkah nyata, TPS menggelar webinar bertajuk “Memahami Ancaman dan Cara Mengatasi Fileless Malware” pada Kamis (26/6).

Webinar ini dihadiri 127 pekerja SPTP yang tersebar dari Belawan hingga Merauke. Acara dibuka oleh Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko TPS, Sapto Wasono Soebagio. Sementara itu, M. Riyan Syaifunahar, Lead Coordinator of Cyber Security PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS), tampil sebagai pemateri utama.

Dalam pemaparannya, Riyan menjelaskan bahwa fileless malware adalah perangkat lunak berbahaya yang tidak memerlukan file untuk menginfeksi sistem komputer. Serangan ini memanfaatkan memori dan proses yang ada di sistem operasi, sehingga sulit dideteksi.

Riyan juga mengidentifikasi empat jenis serangan fileless malware yang sering terjadi, yaitu Serangan FIN7 (Carbanak Group), Advanced Persistent Threat (APT) Lazarus Group, Poweliks, dan Astaroth (Guildmo). Dari keempatnya, serangan APT menjadi yang paling berbahaya karena menyasar organisasi keuangan dan perusahaan global.

“Fileless malware memiliki ciri-ciri seperti aktivitas abnormal pada PowerShell atau WMI, penggunaan command line oleh dokumen office, perilaku jaringan yang aneh, konsumsi CPU/memori tinggi tanpa proses jelas, hingga adanya jadwal tugas mencurigakan tanpa jejak malware di disk,” jelas Riyan dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (28/6).

Dampak dari serangan ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mencederai reputasi perusahaan. Untuk itu, Riyan memaparkan langkah mitigasi seperti memperkuat pengaturan PowerShell, membatasi penggunaan makro pada dokumen office, menerapkan Endpoint Detection & Response (EDR), melakukan patch & update sistem secara berkala, serta memantau dan membatasi akses jaringan berdasarkan segmentasi.

Webinar ini juga menjadi bagian dari upaya TPS mendukung transformasi digital dan memastikan keamanan operasional dalam pengelolaan terminal peti kemas, baik internasional maupun domestik. Pada 2024, arus peti kemas di TPS tercatat mencapai 1.584.774 TEUs, dengan tambahan 632.567 TEUs pada lima bulan pertama 2025. TPS juga berhasil mempertahankan dominasinya di pasar internasional dengan pangsa pasar sebesar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak.

Dengan terus meningkatkan digitalisasi dan keamanan, TPS optimis dapat menjaga keandalan layanan sekaligus memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar logistik peti kemas di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.