Tradisi Jabutan Meriahkan Maulid Nabi di Gresik, Warga Berebut Hadiah hingga Uang

oleh -103 Dilihat
Tradisi Jaburan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Gresik.
Tradisi Jaburan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik, berlangsung meriah. Warga tidak hanya berkumpul untuk bersalawat dan mengikuti tausiyah, tetapi juga melestarikan tradisi jabutan.

Tradisi tersebut digelar dengan menggantung beragam barang di sebuah tempat yang kemudian menjadi sasaran warga dan anak-anak untuk diperebutkan.

Seperti terlihat di Mushola Perumahan Griya Sekar Kedaton (GSK), Kecamatan Kebomas, Gresik, Senin (24/8) malam.

Selepas salat Isya, warga terlebih dahulu memanjatkan salawat dan doa. Setelah itu, suasana berubah riuh ketika berbagai hadiah mulai diperebutkan.

Hadiah yang digantung cukup beragam, mulai dari pakaian, sarung, minyak, sabun, camilan hingga peralatan dapur. Tidak hanya barang, warga juga berebut lembaran uang kertas dan uang logam yang turut digantung dalam tradisi tersebut.

Anak-anak terlihat antusias mengikuti jabutan. Mereka berusaha mendapatkan barang yang tergantung di atas dengan melompat dan berebut bersama peserta lainnya.

Pengurus Takmir Musala Perumahan Griya Sekar Kedaton, Achmad Ikhsan, mengatakan tradisi jabutan telah dilakukan secara turun-temurun sebagai bentuk kegembiraan masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Tradisi Ini memang sudah ada sejak dahulu. Setiap kali peringatan Maulid Nabi atau kelahiran Nabi, kita mengadakan acara seperti ini dalam rangka ikut bergembira,” kata Ikhsan.

Menurut dia, bentuk tradisi jabutan terus mengalami perkembangan mengikuti zaman. Jika dahulu hadiah yang digunakan relatif sederhana, seperti kembang, sapu tangan dan wewangian, kini barang yang diperebutkan semakin beragam.

Sejumlah barang kebutuhan sehari-hari seperti peralatan dapur, pakaian, sajadah, baju koko dan sarung kini turut digantung untuk menambah kemeriahan.

“Tradisi jabutan sendiri ini sebenarnya dalam rangka ketika Rasulullah SAW lahir kita bergembira. Dari kegembiraan itulah kita sampai melompat-lompat. Pokoknya inti dari maulid itu senang, enggak boleh ada yang marah,” pungkasnya.

Tradisi serupa juga digelar di Masjid Khaled Ahmad Al Sakkar, Perumahan Wisma Ababil, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik, Senin malam.

Warga dan anak-anak tampak larut dalam kemeriahan jabutan. Berbagai barang seperti kopyah, minyak, sabun, camilan dan peralatan dapur digantung untuk diperebutkan.

Lembaran uang kertas juga menjadi salah satu hadiah yang membuat warga semakin antusias.

Pengurus Takmir Masjid Khaled Ahmad Al Sakkar, Salamun, menyampaikan terima kasih kepada panitia dan warga yang telah ikut mempersiapkan kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, jabutan menjadi salah satu tradisi yang terus dipertahankan dalam peringatan Maulid Nabi.

“Tradisi Ini memang sudah ada sejak dahulu. Setiap kali peringatan Maulid Nabi atau kelahiran Nabi, kita mengadakan acara seperti ini dalam rangka ikut bergembira,” ucap Salamun, Selasa (25/8).

Salamun menjelaskan, tradisi tersebut juga mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Jika dahulu jabutan menggunakan kembang, sapu tangan dan wewangian, kini hadiah yang diberikan lebih beragam, termasuk peralatan dapur dan kopyah.

Selain jabutan, peringatan Maulid Nabi di Masjid Khaled Ahmad Al Sakkar juga diisi tausiyah yang disampaikan Muhammad Azizi.

Dalam tausiyahnya, Azizi mengisahkan tentang Abu Lahab yang disebut mendapatkan keringanan siksa pada hari Senin karena pernah bergembira ketika mendapat kabar kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Menurut Azizi, Abu Lahab bahkan disebut membebaskan budak perempuannya, Tsuwaibah, setelah mendapatkan kabar tersebut.

“Maka setiap hari Senin hari kelahiran nabi Abu Lahab diringankan siksanya,” ujarnya.

Azizi kemudian mengajak masyarakat untuk bersyukur dan bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa ajaran dan kebahagiaan bagi umat manusia.

“Terutama di bulan kelahiran Nabi saw, bulan Rabiul Awal, hendaknya kita perbanyak membaca shalawat kepadanya. Semoga kita semua mendapatkan syafaatnya,” harapnya.

Bagi warga Gresik, jabutan bukan sekadar permainan berebut hadiah. Tradisi tersebut menjadi bagian dari cara masyarakat memeriahkan Maulid Nabi sekaligus menjaga kebiasaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Di tengah perubahan zaman, jabutan tetap dipertahankan dengan menyesuaikan bentuk hadiah dan cara pelaksanaannya, namun semangat yang dibawa tetap sama: merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan penuh kegembiraan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.