Tanpa Emas, Ranking BWF Terbaru Justru Bawa Kabar Mengejutkan untuk Indonesia

oleh -144 Dilihat
AMRI NITA PERUNGGU
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, peraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2026 (PBSI)

KabarBaik.co, Jakarta — Indonesia pulang dari Kejuaraan Dunia atau BWF World Championships 2026 di New Delhi tanpa gelar juara. Tahun ini, kembali tidak ada satu pun wakil Merah Putih yang berdiri di podium tertinggi. Satu-satunya medali yang berhasil dibawa pulang adalah perunggu dari ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Namun, tiga hari setelah Kejuaraan Dunia tersebut berakhir, pembaruan ranking BWF per 25 Agustus 2026 menunjukkan cerita berbeda. Sejumlah pemain dan pasangan Indonesia mengalami kenaikan peringkat. Bahkan ada yang langsung menembus posisi elite dunia.

Sebagaimana sudah diberitakan sebelumnya, perubahan paling mencolok benar-benar terjadi pada Jonatan Christie. Tunggal putra Indonesia itu melonjak dua tingkat. Dari peringkat ketiga ke posisi nomor satu dunia dengan 87.631 poin, walaupun langkahnya di Kejuaraan Dunia BWF 2026 justru terhenti di babak 16 besar.

Kenaikan Jojo–panggilan Jonatan–sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk kembali memiliki tunggal putra di puncak ranking dunia. Pemain asal Jakarta menjadi pemain Indonesia pertama yang menduduki takhta tersebut sejak Taufik Hidayat pada 2000.

Menariknya, Jojo menjadi nomor satu bukan karena menjuarai Kejuaraan Dunia BWF 2026. Namun, hasil para pesaingnya turut membuka jalan bagi Jojo, sehingga kini unggul tipis atas Christo Popov yang berada di posisi kedua dengan 87.002 poin. Sementara Shi Yuqi yang semula menjadi tunggal putra nomor satu, data terbaru terlempar ke peringkat enam dunia dengan 84,075 poin,

Pergerakan positif juga terjadi pada Alwi Farhan. Pemain muda Indonesia itu naik satu tingkat dari posisi 12 ke peringkat 11 dunia. Dengan demikian, paling tidak Indonesia kini memiliki dua tunggal putra di 11 besar.

BACA JUGA:

BWF World Championships 2026 Usai: Jojo Menuju Nomor 1 Dunia, Indonesia Berutang Juara

Namun, tidak semua wakil Indonesia mengalami kenaikan. Putri Kusuma Wardani turun satu tingkat dari posisi keenam ke peringkat ketujuh dunia. Kendati demikian, masih menjadi satu-satunya pemain Indonesia di jajaran 10 besar tunggal putri dunia.

Di ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tetap berada di peringkat kedua dunia. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga bertahan di posisi ketujuh, sementara Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menempati peringkat ke-12.

Posisi tersebut menunjukkan bahwa ganda putra masih menjadi salah satu sektor dengan kedalaman terbaik Indonesia. Selain tiga pasangan di 12 besar, Indonesia juga memiliki beberapa pasangan lain yang bertahan di jajaran 30 besar dunia.

Perubahan signifikan justru terlihat di ganda putri. Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum melonjak tiga tingkat dari posisi 12 ke peringkat sembilan dunia, sekaligus untuk pertama kalinya menembus Top 10.

BWF RANKING

Rachel/Febi kini menjadi pasangan ganda putri Indonesia dengan ranking tertinggi. Di belakang mereka, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari juga naik dua tingkat dari posisi 13 ke peringkat 11, sedangkan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti tetap di posisi 16.

Dengan demikian, Indonesia kini memiliki tiga pasangan ganda putri di 16 besar dunia. Fenomena tersebut menarik karena perubahan hierarki ganda putri Indonesia mulai terlihat, dengan Rachel/Febi kini berada di depan pasangan-pasangan yang sebelumnya lebih sering menjadi andalan.

Cerita lain datang dari Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Mereka memang gagal membawa Indonesia ke final Kejuaraan Dunia 2026 setelah kalah dari pasangan nomor satu dunia Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping di semifinal. Namun, hasil tersebut memastikan satu-satunya medali Indonesia di New Delhi berupa perunggu.

Setelah Kejuaraan Dunia, Amri/Nita naik ke peringkat 15 dunia. Dengan demikian, mereka bukan hanya menjadi satu-satunya peraih medali Indonesia di New Delhi, tetapi juga salah satu pasangan yang mengalami pergerakan positif dalam ranking terbaru.

Jika hanya melihat hasil Kejuaraan Dunia 2026, rapor Indonesia memang mengecewakan karena tanpa emas, tanpa perak, dan hanya satu perunggu. Namun, ranking BWF per 25 Agustus 2026  menunjukkan bahwa beberapa kekuatan Indonesia justru bergerak naik setelah turnamen tersebut.

Jojo naik dua tingkat ke puncak dunia, Rachel/Febi naik tiga tingkat ke Top 10, Ana/Meilysa naik dua tingkat ke posisi 11, Alwi naik satu tingkat ke posisi 11, sementara Amri/Nita naik ke posisi 15.

Di sisi lain, Putri KW dan Zaki Ubaidillah masing-masing turun satu tingkat, sedangkan Fajar/Fikri dan Sabar/Reza tetap bertahan di jajaran elite.

Karena itu, pembaruan ranking BWF tersebut tidak sekadar berbicara tentang siapa berada di posisi berapa. Angka-angka itu juga memperlihatkan siapa yang sedang tumbuh, siapa yang mulai mendekati elite, siapa yang bertahan, dan siapa yang harus kembali mengejar.

Indonesia memang gagal menjadi juara dunia di New Delhi. Tetapi, dari pergerakan ranking terbaru, terlihat bahwa peta kekuatan Merah Putih sedang berubah, dan mungkin saja dari nama-nama yang sedang naik inilah calon juara dunia Indonesia berikutnya akan muncul. Semoga! (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.