Tragedi Medan Sunggal, Tantangan di Balik Rekam Jejak Kombes Pol Jean Calvijn

oleh -74 Dilihat
POLISI ILUSTRASI
Ilutsrasi (ist/Polri)

KabarBaik.co- Tragedi Medan Sunggal, terbunuhnya Faizah Soraya, 42 tahun, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Berselimut kabut gelap. Misteri. Peristiwa itu sudah terjadi pada 10 Desember 2025 lalu. Namun, polisi belum juga memberikan update informasi perkembangan terbaru hasil penyelidikan. Mereka berharap masyarakat bersabar.

Berdasarkan informasi awal, terduga pelaku disebut-sebut anak perempuan korban. Ia masih duduk di bangku SD, berusia 12 tahun. Namun, banyak publik yang masih sulit menerima kemungkinan tersebut. ”Bagaimana mungkin seorang anak perempuan berusia 12 tahun melakukan tindakan ini terhadap ibu kandungnya?” Demikian pertanyaan publik yang hingga kini mengemuka di media-media sosial.

Kasus ini menjadi tantangan serius bagi Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Kapolrestabes Medan, yang baru menjabat 19 September 2025. Atau hanya tiga bulan sebelum tragedi memilukan itu terjadi. Penunjukan Calvijn sebagai ”Medan Satu” itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/2134/IX/KEP.2025. .

Dari informasi yang dihimpun, bagi masyarakat Medan, Jean Calvijn bukan sosok asing. Lahir di Tangerang dengan darah Batak. Dia meniti karier sejak lulus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999. Tugas pertamanya sebagai Pampata III di Polda Riau, kemudian dipercaya memimpin berbagai satuan reserse, mulai dari Polsek Lubuk Baja hingga Polsek Batu Ampar di Poltabes Barelang.

Pada 2003, Calvijn pindah ke Polda Metro Jaya sebagai penyidik Ditreskrimsus. Kariernya semakin menonjol dengan berbagai posisi penting, termasuk Kasatreskrim Polres Limboto, Kasatreskrim Polresta Medan, dan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Papua Barat. Pada 2017, ia kembali ke Jakarta sebagai Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, menangani jaringan narkoba lintas negara.

Nama Calvijn semakin dikenal saat menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara pada Maret 2025. Dalam beberapa bulan, berhasil mengungkap sejumlah kasus besar. Di antaranya,  pabrik narkoba berbasis liquid vape di apartemen mewah Podomoro, pabrik ekstasi di markas organisasi masyarakat, dan penggerebekan narkoba di pusat hiburan malam.

Selain prestasi lapangan, Calvijn juga menorehkan pencapaian akademis dan pelatihan. Termasuk pendidikan Sespimmen pada 2015, serta mengantongi berbagai brevet, mulai dari penyidik hingga scuba diver. Beragam penghargaan menghiasi kariernya, termasuk Satyalancana Kesetiaan 8 dan 16 tahun, Pin Emas Kapolri, dan penghargaan khusus dari Kapolda Metro Jaya.

Kini, kasus tragedi Medan Sunggal tersebut menjadi salah satu ujian nyata baginya. Publik pun menaruh harapan besar bahwa pengalaman panjang dan reputasi sang Kapolrestabes akan mampu mengungkap kasus langka, penuh misteri, sekaligus sensitif ini secara tuntas. Dan, keadilan dapat segera terwujud serta kepercayaan masyarakat tetap terjaga. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.