TransJatim Koridor 2 Mulai Dipersiapkan, Halte di Kabupaten Malang Masih Dikaji

oleh -97 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 28 at 2.06.05 PM
Kepala UPT P3 LLAJ Malang Dinas Perhubungan Jatim Binsar Siregar (Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Pemprov Jatim mulai mempersiapkan operasional TransJatim Koridor 2 yang akan melayani rute Malang-Kepanjen. Saat ini, proses masih difokuskan pada pemetaan lokasi halte atau bus stop di wilayah Kabupaten Malang sebelum layanan tersebut resmi beroperasi.

Kepala UPT P3 LLAJ Malang Dinas Perhubungan Jatim Binsar Siregar mengatakan pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Malang telah melakukan pemetaan sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi pemberhentian bus. Namun, seluruh titik tersebut masih berada dalam tahap kajian.

“Masih dalam tahap penjajakan. Kami memetakan lokasi halte maupun bus stop yang nantinya akan melayani masyarakat. Semua masih harus melalui survei dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” kata Binsar di Universitas Muhammadiyah Malang, Selasa (28/7).

Ia menjelaskan penentuan lokasi halte tidak bisa dilakukan secara sepihak. Jika titik pemberhentian berada di depan fasilitas umum seperti masjid atau kawasan tertentu, maka harus ada persetujuan dari pengelola agar tidak mengganggu aktivitas di lokasi tersebut.

Selain itu, survei juga dilakukan untuk memastikan keberadaan halte benar-benar dibutuhkan masyarakat. Karena itu, jumlah titik pemberhentian yang akan dibangun masih belum dapat dipastikan dan berpeluang mengalami perubahan sesuai hasil kajian di lapangan.

Untuk wilayah Kabupaten Malang, rute yang tengah dipersiapkan diperkirakan akan dimulai dari Terminal Hamid Rusdi menuju Bululawang, Gondanglegi hingga Panjen. Sementara itu, jalur yang melintasi Kota Malang masih dibahas bersama operator angkutan kota.

Menurut Binsar, pembahasan dengan operator angkutan umum menjadi bagian penting agar kehadiran Trans Jatim tidak mematikan moda transportasi yang sudah ada. Sebaliknya, angkutan kota diharapkan dapat berperan sebagai feeder atau angkutan pengumpan menuju koridor utama Trans Jatim.

“Kami berharap angkutan kota yang sudah ada justru menjadi feeder. Jadi masyarakat semakin mudah berpindah moda transportasi, bukan saling bersaing,” ujarnya.

Ia mencontohkan pengalaman operasional TransJatim Koridor 1 menuju Kota Batu. Kehadiran layanan tersebut justru dinilai mampu meningkatkan aktivitas angkutan kota karena penumpang dari luar daerah tetap membutuhkan transportasi lanjutan menuju berbagai tujuan di dalam kota.

“Harapannya harmonisasi tetap terjaga. Penumpang yang datang menggunakan Trans Jatim bisa melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan kota menuju lokasi tujuan,” jelasnya.

Binsar menambahkan penentuan rute dan lokasi halte didasarkan pada kebutuhan masyarakat. Jalur yang diprioritaskan adalah kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi seperti sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, serta pusat pelayanan publik lainnya.

Selain mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, layanan TransJatim juga dirancang mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, ketertiban, ketepatan waktu, serta tarif yang terjangkau.

“Masyarakat sekarang membutuhkan transportasi yang bukan hanya murah, tetapi juga aman, nyaman, dan tepat waktu. Karena itu seluruh kajian dilakukan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat,” tegasnya.

Apabila seluruh proses kajian dan koordinasi berjalan sesuai rencana, operasional Trans Jatim Koridor 2 ditargetkan dapat dimulai pada Oktober 2026. Meski demikian, jumlah halte dan titik pemberhentian masih menunggu hasil survei akhir sehingga berpotensi mengalami penyesuaian. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.