TransJatim Koridor 2 Siap Meluncur Oktober 2026, Dishub Malang Dorong Rute Lewat Gondanglegi

oleh -242 Dilihat
WhatsApp Image 2025 08 29 at 9.09.41 AM
Bus TransJatim. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Malang – Upaya memperkuat konektivitas transportasi publik di Malang Raya terus dilakukan. Dishub Jatim berencana mengoperasikan Koridor 2 TransJatim yang menghubungkan Terminal Arjosari Kota Malang dengan Terminal Talangagung Kepanjen mulai Oktober 2026.

Kehadiran koridor baru tersebut diharapkan mampu menjadi solusi transportasi massal yang lebih terjangkau bagi masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih luas menuju kawasan Malang Selatan.

Kepala Dishub Kabupaten Malang Eko Margianto mengungkapkan bahwa saat ini penetapan trayek final masih menunggu keputusan dari Pemprov Jatim. Meski demikian, pihaknya telah mengajukan tiga alternatif jalur yang dapat dipertimbangkan untuk operasional Koridor 2 TransJatim.

Alternatif pertama yakni jalur barat dengan lintasan Terminal Arjosari-Terminal Hamid Rusdi-Pertigaan Kacuk-Pakisaji-Kepanjen-Terminal Talangagung.

Alternatif kedua adalah jalur tengah yang melewati Terminal Arjosari-Terminal Hamid Rusdi-Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang-Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji-Kepanjen-Terminal Talangagung.

Sedangkan alternatif ketiga merupakan jalur timur dengan rute Terminal Arjosari-Terminal Hamid Rusdi-Bululawang-Gondanglegi-Kepanjen-Terminal Talangagung.

“Seluruh opsi masih dalam tahap pembahasan dan menunggu penetapan resmi dari Dishub Jawa Timur,” terang Eko, Kamis (18/6).

Dari ketiga opsi tersebut, Dishub Kabupaten Malang lebih menginginkan jalur timur menjadi rute yang dipilih. Sebab, koridor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di kawasan Malang Selatan.

Menurut Eko, wilayah Gondanglegi menjadi salah satu pintu masuk utama menuju berbagai destinasi wisata pantai di Kecamatan Bantur dan daerah sekitarnya. Dengan hadirnya layanan TransJatim, wisatawan maupun masyarakat lokal akan memiliki alternatif transportasi yang lebih mudah, nyaman, dan ekonomis.

“Jalur timur sangat potensial untuk mendukung sektor wisata Malang Selatan karena melewati kawasan yang menjadi akses menuju sejumlah destinasi pantai,” ujarnya.

Selain faktor pariwisata, jalur timur juga dianggap strategis karena berkaitan dengan rencana pengembangan infrastruktur di Kabupaten Malang. Salah satunya adalah adanya usulan pembangunan akses keluar tol (exit tol) di wilayah Gondanglegi.

“Selain itu juga ada usulan exit tol di Gondanglegi,” imbuhnya.

Sementara itu, Terminal Talangagung Kepanjen yang akan menjadi titik akhir sekaligus lokasi transit dinilai telah siap mendukung operasional koridor baru tersebut. Meski demikian, masih diperlukan sejumlah pembenahan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada penumpang.

“Terminal Talangagung sudah siap untuk dijadikan tempat transit. Mungkin butuh sedikit pembenahan,” jelas Eko.

Terkait fasilitas pendukung, pembangunan halte permanen di sepanjang koridor belum menjadi kebutuhan mendesak. Pasalnya, pada sejumlah koridor Trans Jatim yang telah beroperasi, titik pemberhentian cukup menggunakan penanda atau rambu khusus sebagai tempat naik dan turun penumpang.

Dengan rencana operasional Koridor 2 Trans Jatim pada Oktober mendatang, pemerintah berharap layanan transportasi publik di Kabupaten Malang semakin terintegrasi, mampu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Malang Selatan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.