Pemprov Jatim Luncurkan Bongkar Ratoon Tebu di Malang, Dorong Swasembada Gula Nasional

oleh -806 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 18 at 1.56.23 PM
ubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang, HM Sanusi saat penanaman tebu di Gondanglegi, Kabupaten Malang (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Pemprov Jatim resmi meluncurkan Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon Tebu di Desa Putukrejo, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (18/6). Program tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada gula konsumsi.

Peluncuran program dilakukan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Forkopimda, Direktur Jenderal Perkebunan, serta Bupati Malang HM Sanusi. Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jatim menggandeng CV Lang Buana, perusahaan agribisnis dan produsen benih bersertifikat asal Blitar.

Sebagai upaya menghadapi tantangan perubahan iklim yang berdampak pada sektor perkebunan, Pemprov Jatim memperkenalkan empat varietas tebu unggul terbaru, yakni NXI-4T, SGN 01, NX 03, dan NX 04. Varietas tersebut diklaim memiliki rendemen lebih tinggi serta lebih tahan terhadap anomali cuaca.

Gubernur Khofifah menjelaskan inti dari program tersebut adalah melakukan peremajaan tanaman tebu melalui skema pembongkaran tebu keprasan atau bongkar ratoon.

“Selain bongkar ratoon kita juga melakukan panen. Namun fokus utamanya ada pada pembongkaran karena kita ingin melakukan reblending dengan kualitas bibit yang jauh lebih bagus,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, penggunaan benih unggul berbasis teknologi laboratorium berpotensi meningkatkan produktivitas lahan tebu secara signifikan. Ia mencontohkan Kecamatan Gondanglegi yang pernah mencatat produktivitas hingga 250 ton per hektare.

“Di Gondanglegi Malang ini pernah mencapai 250 ton per hektare. Hari ini, dengan intervensi teknologi mutakhir, meningkatkan produktivitas ke angka maksimal tersebut bukanlah hal yang mustahil,” terang Gubernur.

Meski demikian, Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan sektor pergulaan tidak hanya ditentukan oleh kualitas benih. Pengelolaan musim giling yang baik, mulai dari ketepatan waktu penebangan hingga efisiensi proses penggilingan di pabrik gula, juga menjadi faktor penting untuk menekan potensi kehilangan hasil.

Selain itu, Pemprov Jatim juga menaruh perhatian besar terhadap stabilitas pasar gula konsumsi. Khofifah meminta seluruh pemangku kepentingan memperketat pengawasan agar tidak terjadi rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi rumah tangga yang dapat menekan harga gula petani.

“Target utama kita adalah swasembada gula konsumsi. Namun ini adalah ekosistem hulu-hilir. Jika gula rafinasi merembes ke pasar konsumen, harga gula dari petani lokal dipastikan menjadi tidak kompetitif. Oleh karena itu, seluruh stakeholder harus memperketat pengawasan di pasar,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Malang, HM Sanusi menyampaikan bahwa Kabupaten Malang merupakan salah satu sentra tebu terbesar di Jawa Timur. Saat ini luas areal tebu di Kabupaten Malang mencapai 48.168,95 hektare dengan total produksi sebesar 4.294.436,80 ton dan produktivitas rata-rata 89,153 ton per hektare.

Pada kesempatan tersebut, kegiatan panen dan tanam tebu serentak juga dilaksanakan secara bersamaan di tujuh daerah lain di Jawa Timur, yakni Kabupaten Kediri, Magetan, Jombang, Situbondo, Bondowoso, Mojokerto, dan Lamongan.

Sanusi menjelaskan Program Bongkar Ratoon menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan produktivitas kebun tebu rakyat. Pada 2025, Kabupaten Malang memperoleh target bongkar ratoon seluas 7.500 hektare dengan realisasi mencapai 1.717,32 hektare yang seluruh bantuannya telah diterima kelompok tani penerima manfaat.

“Program ini memberikan dukungan berupa bantuan bibit tebu sebanyak 60.000 mata tunas per hektare serta bantuan biaya Hari Orang Kerja sebesar Rp4 juta per hektare, dengan ketentuan maksimal pengajuan lima hektare per NIK,” jelas Sanusi.

Untuk tahun 2026, Kabupaten Malang kembali memperoleh target bongkar ratoon seluas 7.500 hektare. Hingga saat ini, realisasi usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) definitif telah mencapai 2.734,473 hektare dari total usulan indikatif 5.250 hektare.

“Capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah, pabrik gula, koperasi, dan petani dalam mendukung peningkatan produktivitas tebu sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Malang sebagai salah satu lumbung gula nasional,” ujarnya.

Sanusi berharap momentum panen dan tanam tebu serentak tersebut menjadi gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem pergulaan nasional, mulai dari penyediaan benih, budidaya, pembiayaan, pengolahan hingga pemasaran hasil produksi.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri gula, koperasi, dan petani, Program Bongkar Ratoon diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tebu rakyat sekaligus mendukung target swasembada gula konsumsi nasional. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.