TransJatim Koridor II Malang-Kepanjen Resmi Sandang Nama Kanjuruhan

oleh -95 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 29 at 2.16.45 PM
Bus TransJatim yang saat sudah beroperasi rute Kota Malang-Kota Batu (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Bus TransJatim Koridor II rute Malang-Kepanjen kini resmi menggunakan nama TransJatim Kanjuruhan. Penamaan tersebut dipilih Pemprov Jatim bersama Pemkab Malang sebagai identitas layanan transportasi publik yang merepresentasikan sejarah dan jati diri masyarakat Malang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Eko Margianto mengatakan penetapan nama tersebut merupakan hasil usulan pemerintah daerah yang kemudian diputuskan oleh Gubernur Jawa Timur.

“Atas petunjuk dan arahan Bapak Bupati dan diusulkan ke Bu Gubernur, dipilih satu nama yaitu TransJatim Kanjuruhan,” ujar Eko, Rabu (29/7).

Menurut Eko, sebelumnya Dishub Jatim meminta Pemkab Malang mengusulkan sejumlah nama yang memiliki nilai historis dan kearifan lokal. Atas arahan Bupati Malang M. Sanusi, Dishub Kabupaten Malang mengajukan tiga alternatif, yakni TransJatim Garudeya, TransJatim Kanjuruhan, dan TransJatim Panji.

“Ketiga nama tersebut kemudian dikirimkan kepada Gubernur Jawa Timur sebagai bahan pertimbangan. Setelah melalui proses kajian, nama Kanjuruhan dipilih sebagai identitas resmi Bus Trans Jatim Koridor II yang melayani masyarakat di wilayah Kabupaten Malang hingga Kota Malang,” tuturnya.

Pemilihan nama Kanjuruhan tidak terlepas dari nilai sejarah yang melekat pada wilayah Malang. Kerajaan Kanjuruhan dikenal sebagai salah satu kerajaan tertua di Jawa Timur yang diperkirakan berdiri pada abad ke-8 Masehi.

Keberadaan kerajaan tersebut diketahui melalui Prasasti Dinoyo yang ditulis pada tahun 682 Saka atau sekitar 760 Masehi menggunakan bahasa Sanskerta dan aksara Jawa Kuno. Prasasti itu menyebut Raja Dewa Singha sebagai penguasa Kerajaan Kanjuruhan, yang kemudian digantikan putranya, Raja Gajayana.

Pada masa pemerintahan Raja Gajayana, Kerajaan Kanjuruhan berkembang pesat di berbagai bidang, mulai pemerintahan, ekonomi, sosial hingga kebudayaan. Raja Gajayana juga dikenal membangun tempat pemujaan Resi Agastya serta membuat arca batu hitam sebagai pengganti arca kayu peninggalan leluhurnya.

Wilayah kekuasaan Kerajaan Kanjuruhan berada di sekitar aliran Sungai Brantas dan Sungai Metro di lereng timur Gunung Kawi. Kawasan tersebut meliputi sejumlah daerah yang kini menjadi bagian Kota dan Kabupaten Malang, seperti Dinoyo, Merjosari, Tlogomas, Ketawanggede, Turen, hingga Pakis.

Jejak kejayaan kerajaan itu masih dapat dijumpai hingga sekarang, salah satunya melalui keberadaan Candi Badut di kawasan Karang Besuki, Kota Malang. Dalam perkembangannya, sekitar tahun 847 Masehi, wilayah Kanjuruhan berada di bawah pengaruh Kerajaan Mataram Kuno, namun pemerintahan daerah tetap dijalankan oleh pemimpin bergelar Rakryan Kanuruhan.

Pemerintah berharap penggunaan nama Kanjuruhan pada layanan Bus TransJatim Koridor II tidak hanya memperkuat identitas transportasi publik, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan sejarah Malang kepada masyarakat. Kehadiran TransJatim Kanjuruhan diharapkan menjadi solusi transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau sekaligus mengingatkan masyarakat akan panjangnya perjalanan peradaban Malang yang kini berpadu dengan layanan transportasi modern. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.