Truk Mogok Picu Kemacetan Parah di Tengah Kota Gresik

oleh -992 Dilihat
Kemacetan parah di Jalan Raya Wahidin Sudirohusodo, Gresik.
Kemacetan parah di Jalan Raya Wahidin Sudirohusodo, Gresik.

KabarBaik.co, Gresik – Kemacetan parah mewarnai suasana pagi di Jalan Raya dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik, Kamis (23/4).

Antrean panjang kendaraan terjadi pada jalur Bunder menuju Gresik. Kemacetan ini disebabkan truk besar yang mogok di dekat Taman Makam Pahlawan (TMP).

Truk pengangkut alat berat itu berhenti di lajur kanan menghadap utara. Kepadatan kendaraan mengular ke arah Bunder.

Kemacetan parah di Jalan Raya Wahidin Sudirohusodo, Gresik.
Kemacetan parah di Jalan Raya Wahidin Sudirohusodo, Gresik.

Kemacetan semakin parah karena terjadi saat jam sibuk berangkat sekolah dan kerja. Tingginya volume kendaraan memicu lalu lintas tersendat parah.

Tidak hanya di jalan raya, antrean kendaraan juga terjadi di jalur alternatif di sisi barat. Apalagi banyak pengendara roda dua yang nekat lewat gang permukiman warga.

Pantauan di lapangan, petugas Satlantas Polres Gresik sudah berada di lokasi untuk mengurai kemacetan. Namun karena truk bernopol BM-9204-JU yang mengangkut alat berat milik PT Cipta Sinergi Sejahtera itu menutup separuh lajur, kemacetan tidak terhindarkan.

Kemacetan parah di Jalan Raya Wahidin Sudirohusodo, Gresik.
Kemacetan parah di Jalan Raya Wahidin Sudirohusodo, Gresik.

Bripda Felix menjelaskan, truk tersebut mogok sejak dini hari. “Sejak jam 03.00,” katanya singkat sembari mengatur lalu lintas kendaraan.

Hingga berita ini ditayangkan, proses evakuasi truk masih terus berlangsung. Pengguna jalan dari arah Bunder menuju Gresik diimbau melewati jalur alternatif.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.