KabarBaik.co, Batu – Turnamen Catur Bahagia yang digelar Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Malang Raya resmi dibuka di Taman Rekreasi Selecta, Kota Batu, Kamis (6/8). Kegiatan ini tak sekadar menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga wadah mempererat sinergi antara insan pers, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat melalui olahraga catur.
Pembukaan turnamen dihadiri Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo, Ketua PWI Malang Raya Cahyono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu Aries Setiawan, serta Ps Kasi Humas Polres Batu Iptu M. Huda Rohman, serta KONI Kota Batu.
Suasana pembukaan berlangsung semarak dengan pertandingan ekshibisi antara Wali Kota Batu Nurochman melawan Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo. Duel persahabatan tersebut menjadi simbol sportivitas sekaligus membuka rangkaian pertandingan yang diikuti wartawan dan perwakilan berbagai instansi.
Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, mengatakan Turnamen Catur Bahagia merupakan bentuk komitmen SIWO PWI Malang Raya dalam menghadirkan kegiatan positif yang mampu memperkuat hubungan antarlembaga sekaligus mendorong perkembangan olahraga catur di Malang Raya.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Batu serta berbagai pihak yang telah membantu terselenggaranya turnamen tersebut.
“Semoga kolaborasi dan sinergi dalam menyajikan informasi pembangunan di Kota Batu semakin meningkat. Kami juga berharap seluruh peserta menjaga sportivitas dalam Turnamen Catur Bahagia ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo menilai olahraga catur memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta kemampuan berpikir strategis. Menurutnya, filosofi mens sana in corpore sano tetap relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini sangat luar biasa karena membangun silaturahmi sekaligus memberi perhatian terhadap peningkatan olahraga. Apa yang sudah dirintis SIWO PWI Malang Raya patut diapresiasi dan terus dilanjutkan,” katanya.
Andreas juga menekankan bahwa pembinaan atlet membutuhkan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan olahraga tidak cukup hanya mengandalkan APBN maupun APBD.
Ia mendorong agar program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, khususnya BUMN, dapat diarahkan untuk membantu pembinaan atlet hingga tingkat daerah sehingga mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi.
Selain itu, Andreas mengungkapkan Komisi XI DPR RI juga terus mendorong berbagai skema pembiayaan non-APBN, termasuk melalui Danantara, sebagai salah satu instrumen pendukung program prioritas pemerintah di berbagai sektor.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman mengajak masyarakat memaknai permainan catur bukan hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai media pembelajaran tentang kepemimpinan dan kehidupan.
Menurutnya, setiap bidak catur memiliki fungsi dan peran yang sama pentingnya dalam menyusun strategi untuk meraih kemenangan.
Ia mencontohkan pion yang sering dianggap sebagai bidak paling lemah, namun justru memiliki kesempatan berubah menjadi bidak terkuat apabila mampu mencapai ujung papan permainan.
“Jangan pernah meremehkan pion. Begitu juga dalam kehidupan, jangan pernah berkecil hati. Optimisme menjadi bagian penting dalam setiap proses yang kita jalani,” ujar Nurochman.
Ia menambahkan setiap langkah dalam permainan catur mengajarkan pentingnya berpikir matang sebelum mengambil keputusan.
“Semua bidak memiliki fungsi dan perannya masing-masing. Itulah filosofi kehidupan yang perlu kita pahami,” katanya.
Melalui Turnamen Catur Bahagia ini, SIWO PWI Malang Raya bersama Pemerintah Kota Batu berharap olahraga catur semakin berkembang sekaligus memperkuat budaya sportivitas, kolaborasi, dan sinergi antarinstansi dalam mendukung pembangunan daerah. (*)






