Unesa Bongkar Praktik Perjokian dan Pemalsuan Dokumen UTBK-SNBT 2026, Begini Kronologinya

oleh -146 Dilihat
Gedung Unesa
Gedung Unesa

KabarBaik.co, Surabaya — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas pelaksanaan UTBK-SNBT 2026. Pada hari pertama ujian, Selasa (21/4), panitia berhasil mengidentifikasi dugaan kecurangan secara cepat dan terukur, tanpa mengganggu kelancaran peserta lainnya.
Ujian sesi pertama yang berlangsung pukul 06.45–10.30 WIB tetap berjalan kondusif meski panitia menemukan indikasi pelanggaran.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menyampaikan bahwa potensi kecurangan telah diantisipasi sejak awal, terutama pada program studi dengan tingkat persaingan tinggi seperti kedokteran.

“Sejak awal kami sudah memetakan potensi kerawanan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ada program studi tertentu yang memiliki risiko lebih tinggi, sehingga pengawasan kami perketat dengan SOP yang lebih rinci,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/4).

Melalui sistem pengawasan berlapis, panitia menemukan indikasi praktik perjokian yang melibatkan pemalsuan dokumen. Meski demikian, penanganan dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan prosedur. Peserta yang bersangkutan diperkenankan menyelesaikan ujian sebelum diamankan untuk pemeriksaan lanjutan.

Menurut Martadi, langkah tersebut menunjukkan bahwa standar operasional berjalan efektif. “Kecurangan sekecil apa pun dapat kami deteksi. Setelah ujian selesai, langsung kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” katanya.

Hasil pemeriksaan awal mengungkap dugaan pemalsuan ijazah dan dokumen kependudukan. Untuk memastikan keabsahan, panitia berkoordinasi dengan pihak sekolah asal dan memperoleh salinan ijazah resmi sebagai pembanding.

Dari hasil verifikasi, ditemukan kesamaan nama pada dokumen, namun terdapat perbedaan signifikan pada foto. Hal ini menguatkan dugaan bahwa dokumen yang digunakan bukanlah ijazah asli. Selain itu, identitas kependudukan yang dibawa peserta juga terindikasi palsu.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Unesa berkoordinasi dengan panitia pusat UTBK-SNBT serta aparat kepolisian guna proses lebih lanjut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga prinsip kejujuran, objektivitas, dan keadilan dalam seleksi nasional.

Temuan pada hari pertama justru dinilai sebagai indikator efektivitas sistem pengawasan. Unesa menerapkan berbagai langkah preventif, mulai dari pemeriksaan ketat peserta, pembatasan barang bawaan, penggunaan sistem pengamanan tas, hingga penyediaan sandal khusus guna mencegah penggunaan perangkat tersembunyi.

Seluruh prosedur tersebut dirancang untuk memastikan pelaksanaan ujian berlangsung transparan dan bebas kecurangan.

“Kami ingin memastikan semua peserta mendapatkan kesempatan yang adil. Integritas adalah prioritas utama dalam pelaksanaan UTBK ini,” tegas Martadi.

Dengan pengawasan yang ketat dan penanganan yang sigap, pelaksanaan hari pertama UTBK-SNBT 2026 di Unesa tetap berjalan lancar, aman, dan kondusif, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem seleksi berbasis merit yang Berintegritas.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.