Untag Surabaya dan UTHM Malaysia Kolaborasi Digitalkan UMKM Kerupuk Ikan di Gresik

oleh -114 Dilihat
International Joint Community Service bertema Optimizing the Productivity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) Through Implementation of Information Technology di Desa Srowo, Kecamatan Sidayu
International Joint Community Service bertema Optimizing the Productivity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) Through Implementation of Information Technology di Desa Srowo, Kecamatan Sidayu

KabarBaik.co, Gresik – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bersama Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kali ini, kedua perguruan tinggi tersebut menggelar International Joint Community Service bertema Optimizing the Productivity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) Through Implementation of Information Technology di Desa Srowo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Rabu (29/7).

Kegiatan yang menyasar UMKM Kerupuk Ikan Desa Srowo ini difokuskan pada penguatan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi informasi, mulai dari pemasaran digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga strategi membangun identitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya, Prof. Slamet Riyadi mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Setiap kegiatan pengabdian yang kami lakukan selalu diupayakan menghadirkan teknologi tepat guna yang benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat. Harapannya, baik alat, metode maupun pelatihan yang diberikan mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM di Desa Srowo,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi digital menjadi salah satu kebutuhan utama bagi UMKM agar tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperluas akses pasar melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Kepala Desa Srowo, Moh. Anam, menyampaikan bahwa desanya memiliki potensi besar di sektor industri kerupuk ikan. Bahkan, kapasitas produksi masyarakat telah mencapai sekitar satu ton per hari. Infrastruktur produksi pun telah tersedia melalui sentra produksi yang selama ini menjadi pusat aktivitas para pelaku UMKM.

“Potensi Desa Srowo sangat besar, namun kualitas sumber daya manusia masih perlu terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan. Dengan kapasitas produksi yang sudah tinggi, kami berharap produk kerupuk ikan Srowo dapat menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa persoalan limbah hasil pengolahan ikan masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan secara bersama.

“Limbah pengolahan ikan jumlahnya cukup besar. Ke depan kami berharap dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, seperti pupuk organik, sehingga selain mengurangi pencemaran juga dapat menambah pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Dalam sesi pelatihan, dosen Fakultas Teknik Untag Surabaya Ardy Januantoro, S.Kom., M.MT. memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai sarana promosi yang mudah dan murah bagi UMKM.

Ia menjelaskan bahwa pelaku usaha kini tidak harus memiliki peralatan produksi konten yang mahal untuk menghasilkan materi promosi yang menarik.

“Hanya dengan satu foto produk dan prompt yang tepat, AI mampu menghasilkan video promosi yang menarik. Teknologi ini sangat membantu UMKM dalam membangun profil produk sekaligus meningkatkan daya tarik pemasaran digital,” ungkapnya.

Sementara itu, narasumber dari UTHM Malaysia, Prof. Zaki bin Noh, menilai produk kerupuk ikan Desa Srowo memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung peningkatan kualitas produksi dan strategi pemasaran digital yang tepat.

Menurutnya, berbagai platform dan aplikasi daring dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pemasaran sehingga produk lokal memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas.

“Komitmen pemerintah desa dalam mengembangkan UMKM merupakan modal yang sangat penting. Dengan dukungan teknologi informasi, potensi produk-produk lokal ini dapat berkembang lebih besar lagi,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pendampingan berkelanjutan Untag Surabaya di Desa Srowo. Sebelumnya, pada Juni 2026, tim pengabdian telah memperkenalkan berbagai teknologi tepat guna untuk mendukung proses produksi kerupuk ikan. Pendampingan kemudian diperkuat melalui pelatihan transformasi digital agar peningkatan kapasitas produksi berjalan seiring dengan perluasan akses pasar.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Untag Surabaya juga telah menetapkan Desa Srowo sebagai desa binaan. Melalui kolaborasi bersama pemerintah desa, pelaku UMKM, serta mitra internasional dari UTHM Malaysia, pendampingan akan terus dilakukan guna mewujudkan Desa Srowo sebagai sentra industri kerupuk ikan yang berdaya saing, berbasis inovasi teknologi, dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.