KabarBaik.co- Jumlah korban jiwa akibat banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera terus melonjak. Hingga Sabtu (6/12), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 883 orang tewas, 520 hilang, dan 4.200 lainnya luka-luka, menjadikan musibah ini salah satu bencana paling mematikan dalam satu dekade terakhir. Namun, sejauh ini pemerintah belum menetapkan sebagai bencana nasional.
BNPB menyebut lonjakan korban terjadi karena luasnya wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), serta hujan ekstrem yang memicu banjir bandang dan longsor di banyak kabupaten.
Korban Terbanyak di Aceh
Aceh menjadi provinsi dengan jumlah korban tertinggi. Tercatat 345 orang tewas, 174 hilang, dan 3.500 luka-luka.
Korban tersebar di:
- Aceh Utara 124 jiwa
- Aceh Tamiang 48
- Aceh Timur 41
- Bener Meriah 34
- Pidie Jaya 27
- Aceh Tengah 22
- Bireuen 20
- Aceh Tenggara 13
- Langsa 5
- Gayo Lues 4
- Lhokseumawe 4
Sumut Catat 312 Korban Jiwa
Sumatera Utara mencatat 312 orang tewas, 133 hilang, dan 652 luka-luka, dengan persebaran korban sebagai berikut:
- Tapanuli Tengah 89 jiwa
- Tapanuli Selatan 84
- Sibolga 52
- Tapanuli Utara 34
- Deli Serdang 17
- Medan 12
- Langkat 11
- Humbang Hasundutan 9
Sumbar: 226 Tewas, 213 Hilang
- Di Sumatera Barat, korban meninggal mencapai 226 orang, diikuti 213 hilang dan 112 luka-luka.
- Rinciannya:
- Kabupaten Agam 171 jiwa
- Kabupaten Padang Panjang 21
- Kota Padang Panjang 19
- Kota Padang 11
- Kabupaten Pasaman Barat 4
Dampak Meluas, Pengungsi Terancam Penyakit
BNPB menyebutkan bahwa selain korban jiwa, ratusan ribu warga masih mengungsi dan menghadapi ancaman penyakit. Di Sumbar, berbagai penyakit mulai merebak di pos pengungsian, dengan kasus ISPA dilaporkan paling tinggi.
Pemerintah pusat dan daerah terus melakukan pencarian korban hilang dan distribusi logistik, sementara BMKG memperingatkan potensi hujan susulan yang berisiko memperparah kondisi di sejumlah wilayah. (*)






