KabarBaik.co, Malang,– Rekor tak terkalahkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI), akhirnya terhenti di tangan Jakarta Popsivo Polwan (JPP) dengan skor 1-3 dalam laga pekan kelima Proliga 2026 di GOR Ken Arok, Malang, Jumat sore (6/2).
Kekalahan ini tak hanya mengakhiri tujuh kemenangan beruntun GPPI. Namun, juga memicu spekulasi liar di sebagian kalangan volimania. Apakah ini team orders ala Formula 1?
Dulu, di Austrian GP 2002, Rubens Barrichello (Ferrari) memimpin balapan, tapi di lap terakhir diminta mengalahkan posisi kepada Michael Schumacher agar Schumacher dapat poin maksimal untuk gelar juara dunia. Schumacher menang, tapi fans marah karena terasa tidak adil. Lalu, memicu FIA (badan pengatur F1) melarang team orders yang memengaruhi hasil balapan mulai musim 2003. “Apakah juga terjadi di voli?” tanya seorang volamania.
Absennya pelatih Alessandro Lodi dan bintang asing Oleksandra Bytsenko menambah bumbu spekulasi liar itu.
Pertandingan yang berlangsung pukul 16.00 WIB ini berakhir dengan set skor 17-25, 25-21, 18-25, dan 24-26 untuk kemenangan JPP. Gresik Phonska Plus, yang sebelumnya mendominasi dengan rekor sempurna, di mata sebagian pendukungnya tampak tampil tidak seperti biasanya.
Beda dengan saat diperkuat Bytsenko, pemain opposite Ukraina yang menjadi salah satu mesin poin utama. “Apakah Bytsenko tidak boleh main atau mengapa?,” lanjut pertanyaan lainnya.
Namun, kabar beredar bahwa Bytsenko absen karena masih cedera. Dia juga tidak tampak saat melawan Medan Falcons. Begitu pula dengan Lodi, pelatih asal Italia yang biasanya ekspresif di pinggir lapangan, sore itu tidak ada pemandangan itu.
Tapi, team orders itu hanyalah sebatas spekulasi di tengah ketatnya laga. Yang jelas, diakui atau tidak, performa JPP hari itu terlihat luar biasa dan sepertinya itu yang menjadi kunci kemenangan. Duet asing Bethania de la Cruz dan Yonkaira Pena mendominasi dengan spike agresif, dibantu Arsela Nuari Purnama yang menyumbang poin-poin penting di set keempat yang berlangsung sengit hingga 26-24.
Dengan kemenangan ini, JPP kini mengoleksi 12 poin dan langsung menyodok ke peringkat tiga. Sedangkan GPPI, meski kalah satu kali, masih tetap kokoh di puncak klasemen. Namun, hanya berjarak 2 poin saja dengan tim Megawati Hangestri, Jakarta Pertamina Enduro.
Apakah spekulasi team orders itu hanya angin lalu, atau ada cerita di balik layar? Yang jelas, fairplay, sportivitas, dan integritas itu bagian dari ruh penting kompetisi. (*)
Klasemen Proliga 2026 (Per 6 Februari)
Sektor Putri
- Gresik Phonska Plus (Main: 8, Menang: 7, Poin: 20)
- Jakarta Pertamina Enduro (Main: 8, Menang: 6, Poin: 18)
- Jakarta Popsivo Polwan (Main: 8, Menang: 4, Poin: 12)
- Jakarta Electric PLN Mobile (Main: 8, Menang: 4, Poin: 11)
- Jakarta Livin Mandiri (Main: 8, Menang: 3, Poin: 10)
- Bandung BJB Tandamata (Main: 7, Menang: 3, Poin: 9)
- Medan Falcons (Main: 8, Menang: 0, Poin: 1)
Sektor Putra
- Jakarta LavAni Livin’ Transmedia (Main: 6, Menang: 6, Poin: 18)
- Jakarta Bhayangkara Presisi (Main: 6, Menang: 3, Poin: 10)
- Surabaya Samator (Main: 5, Menang: 2, Poin 5)
- Jakarta Garuda Jaya (Main: 5, Menang: 2, Poin: 5)
- Medan Falcons Tirta Bhagasasi (Main: 5, Menang: 0, Poin: 1)
Hasil Pertandingan (6 Februari)
- Jakarta Popsivo Polwan vs Gresik Phonska Plus 3-1 (25-17, 21-25, 25-18, 26-24).
- Jakarta Livin Mandiri vs Medan Falcons 3-0 (25-19, 25-22, 25-19)
Jadwal Pertandingan Hari Ini (7 Februari)
- 16.00 WIB: Putri – Jakarta Electric PLN vs Bandung BJB Tandamata
- 19.00 WIB: Putra – Jakarta Bhayangkara Presisi vs Medan Falcons Tirta Bhagasasi







