Viral di Media Sosial, Kasus Perundungan Siswa SMP di Tuban Diselidiki Polisi

oleh -81 Dilihat
IMG 20260418 WA0097
Ilustrasi perundungan pelajar. (Foto: Shohibul Umam) 

KabarBaik.co, Tuban – Kasus perundungan disertai kekerasan yang melibatkan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Jenu, Tuban, mendadak viral di media sosial. Peristiwa tersebut kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Tuban.

Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang siswa laki-laki mengenakan seragam pramuka dan peci melakukan aksi kekerasan terhadap siswa lain. Pelaku tampak menendang kepala korban berulang kali. Tidak hanya satu orang, aksi perundungan tersebut diduga melibatkan lebih dari satu pelaku.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti motif di balik kejadian tersebut. Namun, korban diduga mengalami luka di bagian mulut atau wajah akibat kekerasan yang dialaminya.

Kasi Humas Polres Tuban, IPTU Siswanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian sebenarnya telah berlangsung pada 7 Maret 2026, namun baru menjadi perhatian publik setelah videonya viral.

“Kejadiannya itu sudah di tanggal 7 Maret 2026, tapi baru viral sekarang dan kami masih melakukan periksa di unit PPA, baik keluarga korban maupun keluarga pelaku,” ujar Siswanto, Sabtu (18/4).

Beredar informasi bahwa korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait kondisi korban karena kasus masih dalam tahap penyelidikan.

Saat ini polisi terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kronologi lengkap serta memastikan langkah hukum yang akan diambil terhadap para pelaku. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.