KabarBaik.co – Wali Kota Batu, Nurochman, berharap program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PELNI (Persero) yang baru diresmikan di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, dapat menjadi model pemberdayaan petani yang bisa direplikasi di kelompok tani lainnya di Kota Batu.
Menurut Nurochman, pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Kota Batu yang harus terus ditopang dengan pendekatan modern dan terintegrasi. “Petani kita harus adaptif terhadap teknologi. Tantangan utama bukan hanya pada produksi, tetapi juga desain rantai pasok yang efisien,” kata Nurochman di Balaikota Among Tani, Kota Batu, Kamis (21/8).
Menurut Nurochman, melalui program TJSL petani di Batu tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mampu mengelola rantai pasok yang efisien serta berdaya saing tinggi. “Ke depan kami ingin mendesain pola tanam dan rantai pasok yang tidak hanya memenuhi standar kualitas perusahaan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Nurochman menekankan pentingnya Smart Integrated Farming sebagai visi pertanian di Kota Batu. “Dengan potensi komoditas unggulan seperti jeruk, kentang, wortel dan alpukat, saya yakin program ini dapat memberi dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” jelas Nurochman.
Program TJSL PT PELNI ini akan berjalan selama 12 bulan, mencakup pelatihan budidaya sayuran, penerapan teknologi modern seperti irigasi tetes dan IoT dalam greenhouse, penguatan pascapanen, serta diversifikasi produk. (*)







