Warga Lumajang Mulai Beralih ke Gas Bumi PGN, Peluang Pasar Jargas Meningkat

oleh -108 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 03 at 1.34.21 PM
Petugas sedang memasang meteran gas (Ist)

KabarBaik.co, Lumajang – Sulitnya memperoleh LPG 3 kg di sejumlah wilayah mendorong sebagian masyarakat Lumajang beralih menggunakan jaringan gas bumi (jargas). Selain menawarkan pasokan yang lebih terjamin, gas bumi juga dinilai lebih praktis dan efisien sehingga mulai menjadi pilihan bagi rumah tangga hingga pelaku usaha kecil.

Fenomena tersebut sekaligus membuka peluang bagi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk memperluas pemanfaatan jaringan gas, tidak hanya di sektor rumah tangga, tetapi juga ke sektor hotel, restoran, kafe (horeka), dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah seorang pelanggan jargas, Ernawati, warga Desa Melawang, Klakah, mengaku mulai menggunakan gas bumi sejak 2023. Keputusan itu diambil setelah berkali-kali kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram, terutama saat pasokan terbatas menjelang hari-hari besar keagamaan.

“Kalau dulu sering kehabisan gas pada malam hari atau menjelang subuh. Mau beli juga harus mencari ke tempat yang cukup jauh. Saat LPG subsidi langka, biasanya ramai dan sering tidak kebagian,” kata Ernawati, Senin (3/8).

Sejak menggunakan jaringan gas bumi, aktivitas memasak menjadi lebih mudah karena tidak lagi harus membeli maupun mengganti tabung LPG.

“Sekarang tinggal menyalakan kompor, gas langsung tersedia. Tidak perlu lagi mencari gas melon atau mengangkat tabung yang berat,” ujarnya.

Selain lebih praktis, biaya penggunaan gas bumi juga dinilai cukup terjangkau. Sebagai pelaku usaha kuliner yang berjualan lalapan, gorengan, dan minuman, Ernawati mengaku tagihan gas bulanannya berkisar Rp 38 ribu hingga Rp 56 ribu, bergantung pada intensitas penggunaan.

Saat pemakaian rendah, tagihan bahkan bisa berada di kisaran Rp 36 ribu. Sementara ketika aktivitas memasak meningkat, biaya yang dikeluarkan berkisar Rp 50 ribu hingga lebih dari Rp 100 ribu.

Kemudahan pembayaran juga menjadi alasan lain yang membuatnya bertahan menggunakan jargas. Menurutnya, pembayaran dapat dilakukan melalui transfer, sementara PGN telah menyediakan layanan pengaduan apabila terjadi gangguan. Pengalaman serupa disampaikan Susiana. Ia mulai memasang jaringan gas setelah mendapat informasi dari ketua RT pada 2023 ketika pasokan LPG 3 kg di wilayahnya sering kosong.

“Saat itu gas elpiji sering langka, terutama menjelang Lebaran. Sekarang pakai gas bumi jauh lebih praktis dan apinya juga lebih besar,” katanya.

Sementara itu, pelanggan lainnya, Sultan, mengaku sempat belum mendapatkan sambungan gas bumi pada 2023 karena domisilinya belum masuk dalam wilayah pembangunan jaringan. Setelah akhirnya memperoleh sambungan, ia merasakan biaya energi rumah tangganya menjadi lebih hemat.

“Tagihan saya rata-rata hanya sekitar Rp 21 ribu sampai Rp 27 ribu per bulan. Lebih praktis karena tidak perlu lagi membeli atau mengangkut tabung gas,” ujarnya.

Area Head PGN Pasuruan Mochamad Arif mengatakan pembangunan jaringan gas di wilayah Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang terakhir dilakukan melalui program yang didanai APBN pada 2023. Hingga kini belum terdapat tambahan pembangunan jaringan baru.

Meski demikian, meningkatnya minat masyarakat menggunakan gas bumi dinilai menjadi peluang untuk memperluas pemanfaatan jargas di berbagai sektor.

“Kesadaran masyarakat menggunakan gas bumi yang tidak disubsidi cukup tinggi. Apalagi ketika terjadi pembatasan maupun kelangkaan LPG 3 kilogram, kami berharap pemanfaatan jaringan gas dapat terus berkembang, termasuk di sektor horeka dan UMKM,” kata Arif.

Di Lumajang, kuota awal pembangunan jaringan gas rumah tangga mencapai 4.020 sambungan rumah (SR). Saat ini pelanggan aktif yang masih dikelola PGN tercatat sebanyak 2.777 sambungan.

Menurut Arif, berkurangnya jumlah pelanggan aktif sebagian besar disebabkan adanya keterlambatan pembayaran yang berujung pada penghentian layanan. PGN juga mulai menjajaki perluasan penggunaan gas bumi untuk sektor usaha. Perusahaan telah melakukan pendataan bersama Pemkab Lumajang guna memetakan potensi pelanggan dari kalangan hotel, restoran, kafe, serta UMKM.

“Kami sudah berdiskusi dengan pemerintah daerah terkait potensi pengembangan pelanggan di sektor horeka dan UMKM. Dari sisi PGN, kami siap apabila ada pelaku usaha yang ingin beralih menggunakan jaringan gas bumi,” ujarnya.

Ia mengakui pengembangan jaringan gas di sektor usaha masih menghadapi tantangan karena tidak seluruh lokasi pelaku usaha berada di kawasan yang telah terjangkau jaringan pipa. Namun, PGN optimistis perluasan pemanfaatan gas bumi dapat menjadi solusi energi yang lebih andal bagi masyarakat maupun pelaku usaha, khususnya ketika pasokan LPG mengalami keterbatasan.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, PGN juga menyediakan pencatatan meter secara mandiri melalui aplikasi PGN Mobile maupun layanan WhatsApp resmi. Dengan pasokan yang lebih terjamin, tarif yang kompetitif, dan kemudahan layanan, jaringan gas bumi dinilai memiliki prospek semakin besar sebagai alternatif energi rumah tangga sekaligus penopang aktivitas ekonomi masyarakat dan UMKM di Lumajang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.