KabarBaik.co – Puluhan warga Jalan Ngagel Timur, Surabaya menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolsek Gubeng, Jumat (18/10). Mereka menuntut pihak kepolisian segera bertindak terhadap salah satu warga berinisial T yang kerap membuat keributan di lingkungan mereka. Dalam aksi tersebut, warga membawa spanduk berisi tuntutan agar T dihentikan dari ulahnya yang meresahkan.
Aksi ini merupakan tindak lanjut dari pengaduan warga yang sebelumnya telah disampaikan ke pihak kelurahan dan kecamatan. Namun, menurut warga, belum ada solusi yang memadai.
“Kami sudah beberapa kali mengadukan ke kelurahan dan kecamatan, tapi sampai sekarang tidak ada hasil. Makanya kami langsung ke Polsek,” ujar Bing Siswanto, Ketua RT 003 RW 04.
Bing menambahkan, T dikenal kerap melontarkan kata-kata kasar dan tidak pantas kepada warga sekitar. Bahkan, perilakunya sering kali mengintimidasi anak-anak di lingkungan tersebut.
“Warga sudah sangat terganggu dengan sikapnya. Anak-anak jadi takut keluar rumah karena sering dimarahi dan dihina,” tuturnya.
Tidak hanya itu, beberapa anak bahkan mengalami trauma akibat ancaman yang dilontarkan T. Salah satu warga, Efira, menyebutkan bahwa anaknya hampir ditabrak oleh mobil yang dikendarai T.
“Kemarin anak saya diikuti pakai mobil dan hampir ditabrak. Sekarang anak saya ketakutan kalau keluar rumah,” ungkap Efira.
Warga merasa ketakutan dan berharap tindakan tegas dari pihak kepolisian. Jika tidak ada tindak lanjut dari polisi, mereka berencana melaporkan masalah ini ke DPRD Kota Surabaya.
“Kami sudah sangat lelah dengan keadaan ini. Kalau polisi tidak bergerak, kami akan lapor ke DPRD,” tambah Bing.
Di sisi lain, Waka Polsek Gubeng, AKP Joko Soesanto, menegaskan bahwa pihaknya siap menampung keluhan warga dan berjanji akan segera menindaklanjuti pengaduan tersebut.
“Kami sudah menerima laporan dari warga dan dalam waktu dekat akan kami bahas bersama Muspika untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.
Joko juga meminta warga untuk tetap tenang dan mempercayakan masalah ini kepada pihak kepolisian.
“Kami paham keresahan yang dirasakan warga, dan kami akan segera melakukan langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.
Aksi protes warga berlangsung dengan tertib selama sekitar satu jam. Warga berharap agar dalam waktu dekat situasi kembali kondusif dan anak-anak bisa bermain dengan aman tanpa merasa takut lagi. (*)








