KabarBaik.co, Blitar – Sebanyak 1.830 warga Kota Blitar telah menjalani skrining tuberkulosis (TBC) menggunakan mobile X-ray. Dari jumlah tersebut ditemukan 19 kasus baru TBC.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk menemukan kasus TBC lebih dini. Sasaran skrining tidak hanya warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.
“Sasarannya yang memiliki kriteria bergejala, DM, ODHIV, kontak erat, dan balita gizi kurang,” ujarnya.
Menurut Silvia, jumlah warga yang telah diperiksa tersebut juga telah melampaui target skrining 2026. Dinkes sebelumnya menargetkan pemeriksaan terhadap 1.680 orang. Dengan capaian 1.830 orang, realisasi skrining mencapai sekitar 109 persen.
Dari proses skrining itu, 19 orang ditemukan sebagai kasus baru TBC. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi pasien.
“Sebagian besar terduga menjalani pemeriksaan TCM. Namun, ada yang tidak dilakukan TCM apabila tidak bergejala atau tidak bisa mengeluarkan dahak,” jelasnya.
Dari sejumlah wilayah yang telah menjalani skrining, Kecamatan Sukorejo mencatat temuan kasus baru terbanyak. Sebanyak delapan kasus TBC ditemukan dari hasil skrining di wilayah tersebut.
Silvia mengatakan, penggunaan mobile X-ray membantu proses deteksi karena pemeriksaan rontgen dada dapat dilakukan langsung di wilayah masyarakat. Dengan begitu, warga tidak selalu harus datang ke fasilitas kesehatan untuk menjalani tahap awal skrining.
“Skrining dengan mobile X-ray dapat mendeteksi penyakit TBC lebih dini melalui foto rontgen dada dan membawa layanan kesehatan lebih dekat ke masyarakat,” ujarnya.
Skrining masih akan dilanjutkan hingga November 2026. Sasaran berikutnya mencakup lapas, pondok pesantren, serta kontak erat atau warga yang tinggal serumah dengan pasien TBC. (*)








