KabarBaik.co, Batu – Program mudik gratis yang tahun lalu digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dipastikan tidak berlanjut pada tahun ini. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari penyesuaian prioritas program di tengah penerapan efisiensi anggaran daerah.
Kepala Dishub Kota Batu, Susetya Herawan menjelaskan, keterbatasan fiskal membuat sejumlah program harus dipangkas. Termasuk penyediaan armada bus untuk mudik gratis. “Tahun ini memang tidak ada mudik gratis. Hal tersebut dikarenakan adanya imbas dari kebijakan efisiensi anggaran di internal pemerintah,” ujarnya, Kamis (5/3).
Menurut Susetya, pada tahun ini pihaknya lebih memprioritaskan pengamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama masa angkutan Lebaran. Fokus tersebut mencakup penguatan pengawasan jalur mudik, kesiapan personel, serta penyediaan fasilitas pendukung. “Fokus kami tetap pada keselamatan dan kelancaran arus mudik. Pengamanan jalur, kesiapan personel, dan fasilitas pendukung menjadi prioritas,” tambahnya.
Pada pelaksanaan sebelumnya, program mudik gratis menyediakan sekitar 200 kuota penumpang dengan sejumlah rute favorit seperti Madiun, Ngawi, Jember, dan Banyuwangi. Program ini mendapat respons tinggi dari masyarakat, terutama pekerja sektor informal dan warga berpenghasilan menengah ke bawah.
Saat itu, warga cukup menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga untuk dapat mengikuti program tersebut. Banyak peserta mengaku terbantu karena dapat menekan biaya perjalanan mudik, terutama saat harga tiket angkutan umum biasanya melonjak menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain meringankan biaya perjalanan, program mudik gratis juga dinilai mampu menekan penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh yang kerap menjadi salah satu faktor tingginya angka kecelakaan selama musim mudik.
Meski demikian, Dishub juga mencatat adanya beberapa evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Salah satunya terkait manajemen keberangkatan yang dinilai masih perlu dibenahi karena jadwal pelepasan bus sempat mengalami keterlambatan sehingga membuat calon penumpang harus menunggu cukup lama. “Kalau ke depan ada lagi, semoga lebih tertata dan tepat waktu,” ungkap Herawan.
Ditiadakannya program mudik gratis tahun ini menjadi gambaran dampak kebijakan efisiensi anggaran di daerah. Pemerintah di satu sisi harus menjaga stabilitas fiskal, sementara di sisi lain sebagian masyarakat yang selama ini terbantu program tersebut harus kembali menyiapkan biaya perjalanan mudik secara mandiri. (*)






