200 Warga Kota Malang Positif Tuberkulosis, Dinkes Kejar Target Kesembuhan 90 Persen

oleh -117 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 30 at 3.13.56 PM
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat sekitar 200 warga terkonfirmasi positif tuberkulosis (TB) dari hasil penemuan kasus yang dilakukan sepanjang 2026. Temuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperkuat upaya pengobatan sekaligus mengejar target nasional keberhasilan terapi sebesar 90 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif menjelaskan ratusan pasien tersebut merupakan hasil pemeriksaan terhadap warga yang sebelumnya berstatus suspek atau diduga mengalami gejala TB.

“Penemuan kasus tuberkulosis di Kota Malang ini tinggi, bukan tertinggi. Dari yang suspek atau yang diduga memiliki gejala TB, ditemukan sekitar 200 orang yang sudah positif,” ujarnya, Kamis (30/7).

Menurut Husnul, tingginya penemuan kasus bukan berarti penyebaran TB semakin tidak terkendali, melainkan menunjukkan proses skrining dan penemuan kasus berjalan aktif. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

Pada 2025, angka keberhasilan pengobatan TB di Kota Malang mencapai 85 persen. Tahun ini Dinkes berupaya meningkatkan capaian tersebut menjadi 90 persen agar sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Di tahun 2025 angka keberhasilan pengobatan TB Kota Malang mencapai 85 persen. Tahun ini kami berupaya meningkatkan menjadi 90 persen sesuai target nasional,” ungkapnya.

Meski demikian, evaluasi terhadap pasien yang ditemukan sepanjang 2026 belum dapat dilakukan. Pasalnya, pengobatan TB membutuhkan waktu sedikitnya enam bulan sehingga hasil terapi baru bisa diketahui setelah seluruh rangkaian pengobatan selesai.

“Katakanlah penemuannya Januari, maka evaluasi keberhasilan maupun hasil pengobatannya baru bisa dilakukan pada akhir Juli atau awal Agustus,” jelas Husnul.

Untuk memperkuat pengawasan kasus, Dinkes telah mengintegrasikan data TB ke dalam aplikasi berbasis support system dashboard. Melalui sistem tersebut, lurah dan camat dapat memantau jumlah warga yang masih berstatus suspek, pasien yang telah terkonfirmasi positif, hingga tingkat penyebaran kasus di masing-masing wilayah.

“Sehingga lurah dan camat bisa melihat wilayahnya yang terduga TB berapa, kemudian yang terdeteksi TB berapa, persentasenya seperti apa, apakah tergolong rendah atau bagaimana,” tuturnya.

Di sisi lain, upaya pencegahan penularan TB di Kota Malang mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan. Capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) telah mencapai 68 persen, sehingga dinilai cukup baik dalam menekan risiko berkembangnya penyakit pada kelompok yang memiliki kontak erat dengan pasien TB.

Selain itu, Puskesmas Cisadea telah dilengkapi fasilitas Tes Cepat Molekuler (TCM) sebagai penunjang diagnosis cepat. Dinkes juga akan memanfaatkan bantuan portable X-ray dari pemerintah pusat untuk kegiatan skrining aktif di 153 titik selama Agustus hingga Oktober 2026.

“Kalau satu portable X-ray mungkin tidak cukup. Sebab satu titik bisa melibatkan sekitar 100 orang yang kami undang untuk dilakukan pemeriksaan karena pernah kontak dengan penderita TB,” pungkas Husnul. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.