KabarBaik.co – Setiap tanggal 21 Juli, sebagian kalangan penggemar astronomi, sejarah, hingga fenomena benda terbang tak dikenal (UFO) memperingati Hari UFO Nasional (National UFO Day). Peringatan ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat mempelajari berbagai laporan mengenai fenomena di langit yang belum dapat dijelaskan secara ilmiah, sekaligus mendorong sikap kritis dalam menyikapi berbagai klaim tentang kehidupan di luar Bumi.
Tidak seperti hari peringatan internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Hari UFO Nasional bukan merupakan hari resmi yang diakui pemerintah atau organisasi internasional. Peringatan ini berkembang dari komunitas pemerhati UFO, penulis, dan penggemar fenomena antariksa yang ingin meningkatkan kesadaran publik terhadap berbagai laporan penampakan benda terbang misterius.
Pemilihan tanggal 21 Juli diyakini berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada 21 Juli 1947 di negara bagian Washington, Amerika Serikat. Pada masa itu, seorang pilot bernama Harold Dahl mengaku melihat sejumlah objek terbang berbentuk menyerupai piringan di kawasan Puget Sound. Laporan tersebut menjadi salah satu kisah awal yang memperkuat perhatian publik terhadap fenomena UFO pada era 1940-an, meski hingga kini kebenarannya masih diperdebatkan.
Di sisi lain, sebagian komunitas UFO juga memperingati Hari UFO Sedunia setiap 2 Juli, yang dikaitkan dengan insiden Roswell di New Mexico pada 1947. Karena itu, terdapat lebih dari satu tanggal yang digunakan untuk memperingati fenomena UFO, bergantung pada latar belakang sejarah yang dijadikan acuan oleh masing-masing komunitas.
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pembahasan mengenai UFO kini bergeser ke pendekatan yang lebih ilmiah. Bahkan, sejumlah lembaga pemerintah dan badan antariksa di berbagai negara mulai meneliti laporan fenomena udara yang tidak teridentifikasi atau Unidentified Anomalous Phenomena (UAP) untuk mengetahui apakah kejadian tersebut berkaitan dengan fenomena alam, teknologi buatan manusia, atau penyebab lain yang belum diketahui. (*)






