29 Juli Hari Harimau Internasional: Momentum Dunia Selamatkan Sang Raja Hutan

oleh -197 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 29 at 6.01.18 AM
Hari Harimau Internasional

KabarBaik.co – Setiap tanggal 29 Juli, dunia memperingati Hari Harimau Internasional (International Tiger Day atau Global Tiger Day). Peringatan ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi harimau beserta habitat alaminya dari ancaman kepunahan.

Harimau merupakan predator puncak yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Keberadaannya menjadi indikator kesehatan suatu kawasan hutan. Ketika populasi harimau menurun, keseimbangan rantai makanan ikut terganggu dan berdampak pada kelestarian berbagai spesies lainnya.

Lahirnya Hari Harimau Internasional tidak lepas dari kekhawatiran dunia terhadap merosotnya populasi harimau liar. Pada awal abad ke-20 diperkirakan terdapat sekitar 100 ribu harimau liar di dunia. Namun, akibat perburuan ilegal, hilangnya habitat, serta konflik manusia dengan satwa liar, jumlah tersebut menyusut drastis hingga hanya sekitar 3.200–3.500 ekor pada 2010.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, 13 negara yang masih memiliki habitat harimau, termasuk Indonesia, berkumpul dalam Saint Petersburg Tiger Summit di Rusia pada November 2010. Pertemuan itu menghasilkan Deklarasi St. Petersburg yang menetapkan 29 Juli sebagai Hari Harimau Internasional sekaligus meluncurkan target global TX2, yakni menggandakan populasi harimau liar dunia pada tahun 2022 melalui kerja sama lintas negara dalam upaya konservasi.

Peringatan ini tidak hanya bertujuan menyelamatkan harimau dari kepunahan, tetapi juga mengajak seluruh masyarakat dunia untuk menjaga hutan sebagai rumah bagi satwa liar. Konservasi harimau dinilai membawa manfaat luas karena turut melindungi sumber air, menjaga keanekaragaman hayati, serta mendukung kehidupan manusia yang bergantung pada ekosistem hutan.

Bagi Indonesia, Hari Harimau Internasional memiliki makna tersendiri. Indonesia merupakan salah satu negara yang masih menjadi habitat harimau sumatra, satu-satunya subspesies harimau yang tersisa di Tanah Air setelah harimau jawa dan harimau bali dinyatakan punah. Karena itu, berbagai upaya konservasi seperti perlindungan kawasan hutan, pemberantasan perdagangan satwa liar, hingga edukasi kepada masyarakat terus digencarkan untuk memastikan harimau sumatra tetap lestari bagi generasi mendatang.

Melalui peringatan Hari Harimau Internasional setiap 29 Juli, dunia diingatkan bahwa menyelamatkan harimau bukan hanya tentang melindungi satu spesies, melainkan menjaga keseimbangan alam yang menjadi penopang kehidupan seluruh makhluk di bumi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.