KabarBaik.co – Pencarian 29 korban hilang dalam peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya memasuki hari ketiga. Untuk membantu memaksimalkan pencarian, TNI Angkatan Laut melalui Komando Armada II (Koarmada II) mengerahkan pasukan penyelam untuk menyisir area bawah laut di lokasi kapal tenggelam.
Panglima Koarmada II, Laksda TNI I.G.P. Alit Jaya mengatakan, pihaknya telah mengirimkan 8 personel berpengalaman dalam melakukan misi pencarian.
“Tim penyelam yang diterjunkan telah memiliki pengalaman dalam misi pencarian dan pertolongan laut pada kedalaman 40 hingga 50 meter,” kata Laksda Alit Jaya, Sabtu (5/7).
Selain itu, dalam operasi ini TNI AL juga mengerahkan KRI Pulau Fanildo untuk memaksimalkan pencarian bawah air. Kapal tersebut dilengkapi sistem pemindai bawah air seperti side scan sonar, multi beam echo sounder, dan magnetometer.
Teknologi ini digunakan untuk menentukan datum atau titik perkiraan terakhir kapal sebelum hilang kontak.
“Setelah posisi datum ditentukan, barulah penyelam kami akan turun untuk memastikan secara visual,” jelasnya.
Laksda Alit Jaya mengatakan, karakteristik arus laut di Selat Bali cenderung ke arah selatan dan juga terdapatnya palung besar serta dalam, menjadi tantangan tersendiri. Tim SAR akan menyesuaikan waktu penyelaman dengan kondisi arus yang tenang agar operasi berjalan aman dan efektif.
“Semoga kita bisa maksimalkan sampai lebih dari 90 persen ya. Karena pengalaman-pengalaman sebelumnya bisa dijadikan pelajaran. Tentu kami mohon doanya,” kata dia.
Diketahui, sesuai data manifest yang telah dirilis, total kapal tersebut mengangkut 65 orang yang terdiri 53 penumpang dan 12 kru kapal. Sementara jumlah kendaraan yang diangkut sebanyak 22 unit.
Hingga kini total ada 30 penumpang selamat, 6 meninggal dunia dan 29 masih dalam pencarian.







