85 Titik KDMP di Bojonegoro Disiapkan untuk Peluncuran Tahap Awal Program Nasional

oleh -144 Dilihat
IMG 20260513 WA0027
Pertemuan antara Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dengan Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. (Foto: Shohibul Umam) 

KabarBaik.co, Bojonegoro – Sebanyak 85 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bojonegoro dipersiapkan untuk peluncuran tahap awal program nasional 1.061 KDMP. Kesiapan tersebut dipaparkan di hadapan Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.

Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menjelaskan bahwa progres pembangunan KDMP di Kabupaten Bojonegoro telah mencapai 396 titik dari total 430 desa dan kelurahan atau sekitar 92,9 persen. Dari jumlah tersebut, 160 titik di antaranya telah rampung 100 persen.

Ia menyebutkan, 85 titik yang tersebar di 22 kecamatan dipersiapkan untuk peluncuran tahap awal. Berbagai sarana pendukung, seperti listrik dan air, telah disiapkan. Selain itu, lokasi juga telah dipetakan berdasarkan potensi ekonomi masyarakat serta lingkungan usaha di masing-masing wilayah.

“Kami berharap KDMP nantinya benar-benar menjadi pusat perputaran ekonomi desa,” ujarnya, Rabu (13/5).

Sementara itu, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menegaskan pentingnya kesiapan operasional KDMP menjelang peluncuran nasional yang dijadwalkan pada 16 Mei 2026. Ia menekankan agar pada tahap awal, pengelolaan koperasi difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat sehingga operasional dapat berjalan maksimal.

“Yang penting operasional berjalan dan masyarakat merasakan manfaatnya,” tegasnya. Ia juga meminta seluruh gerai yang akan diluncurkan dipastikan siap beroperasi, termasuk kelengkapan sarana serta ketersediaan produk di setiap titik.

Di sisi lain, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap pengembangan KDMP sebagai upaya menggerakkan ekonomi desa dan memperluas pemasaran produk masyarakat.

“Kami mendukung penuh keberadaan KDMP agar mampu menggerakkan ekonomi desa, memaksimalkan potensi, serta menjadi sarana penyaluran produk masyarakat,” kata Bupati.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dihadapi, di antaranya persoalan offtaker, penguatan jejaring pemasaran UMKM, stabilisasi harga produk, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.