89 Desa di Lamongan Alami Kekeringan, Pemkab Salurkan Air Bersih 25 Ribu Liter

oleh -123 Dilihat
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyalurkan bantuan air bersih. (Foto: Ist)
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyalurkan bantuan air bersih. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Lamongan – Sebanyak 89 desa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, masuk wilayah terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan pun mulai menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami krisis air.

Penyaluran perdana dilakukan di Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, Selasa (28/7). Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Lamongan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan 25.000 liter air bersih kepada warga.

Berdasarkan pemetaan BPBD Kabupaten Lamongan, terdapat 15 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan. Wilayah tersebut mencakup 89 desa dan 168 dusun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 desa masuk kategori mengalami kelangkaan air, sedangkan 44 desa lainnya berstatus kritis karena memiliki keterbatasan sumber air, seperti waduk maupun sumur.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, penyaluran air bersih menjadi langkah cepat pemerintah daerah untuk membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau.

“Respon cepat Pemkab Lamongan terhadap krisis air bersih pada musim kemarau adalah penyaluran air bersih oleh BPBD kepada masyarakat. Untuk jangka panjang, kami akan melakukan revitalisasi waduk di wilayah yang terdampak kekeringan,” ujar Yuhronur.

Pada tahap awal distribusi, BPBD Lamongan mengirimkan lima tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Selain air bersih, warga juga mendapatkan bantuan berupa terpal dan jeriken untuk membantu penyimpanan air.

Yuhronur mengatakan, bantuan air bersih akan dilakukan secara berkelanjutan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Warga yang membutuhkan dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa atau kecamatan untuk kemudian ditindaklanjuti BPBD.

Menurut dia, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui bantuan darurat, tetapi juga dengan menyiapkan solusi jangka panjang melalui penguatan infrastruktur sumber daya air.

Salah satunya melalui revitalisasi waduk di Desa Kedungkumpul yang memiliki luas sekitar 1,8 hektare. Pemkab Lamongan berencana melakukan survei dan pengerukan waduk agar mampu menampung air lebih banyak saat musim penghujan.

“Kami akan segera melakukan survei dan pengerukan waduk ini. Saat musim kemarau, waduk menjadi salah satu sumber air yang diandalkan masyarakat. Kapasitasnya akan kami tingkatkan agar manfaatnya lebih besar,” kata Yuhronur.

Selain revitalisasi waduk, Pemkab Lamongan juga memperluas jaringan penyediaan air bersih melalui pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mojolagres. Layanan tersebut saat ini telah menjangkau Kecamatan Kembangbahu dan akan diperluas hingga Kecamatan Sarirejo.

Sementara itu, warga Desa Kedungkumpul menyambut positif bantuan air bersih tersebut. Pasalnya, selama musim kemarau, ketersediaan air di wilayah mereka terbatas dan sebagian sumber air mengalami perubahan kualitas sehingga kurang layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.